Libur Lebaran, Tol Bali Diskon 10% pada 13 dan 18 Juni

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 07 Juni 2018 | 10:29 WIB
Pada perayaan Lebaran hari kedua, Senin (26/6/2017), Tol Bali-Mandara cenderung lengang./Bisnis.com-Tim Peliput Mudik Jawa Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Jasamarga Bali Tol (JBT) memberikan diskon 10% ke konsumen selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1439 H. 

Penerapan tarif diskon 10% di Jalan Tol Bali Mandara berlaku pada 2 pembagian waktu. Pertama, dari periode arus mudik H-2 yang jatuh pada 13 Juni 2018 mulai pukul 06.00 WITA sampai dengan periode H-1 yang jatuh pada 14 Juni 2018 pada pukul 06.00 WITA.

Kedua, periode arus balik H+2 pada 18 Juni 2018 pukul 06.00 WITA sampai dengan H+3 pada 19 Juni 2018 pukul 06.00 WITA. 

Ada pun tarif tol setalah diskon akan menjadi Rp10.350 untuk kendaraan golongan I, Rp15.750 untuk golongan II, Rp21.150 untuk golongan III, Rp26.100 untuk golongan IV, Rp31.500 untuk golongan V, dan Rp4.050 untuk golongan VI. 

Direktur Keuangan PT Jasamarga Bali Tol Sukariyadi Rudi Meidiyanto mengatakan kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut Surat Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Nomor: AA.PT01.939 tanggal 25 Mei 2018 perihal pemberian Diskon Tarif Tol Selama Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1439 H (2018). Menurutnya, pemberian diskon ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat selama perayaan lebaran.

"Diharapkan pada masyarakat yang masuk tol harus menyediakan kartu unik sebab diskon ini hanya berlaku untuk pengguna uang elektronik (unik)," katanya, Rabu malam (6/6/2018). 

Sukariyadi mengakui Bali memang bukan merupakan daerah tujuan mudik, namun sebagai kawasan wisata yang sering menjadi pilihan selama perayaan Lebaran. Sehingga diskon ini tetap penting untuk diberikan. 

Lantaran hal itu, pihaknya pun akan menyiapkan 17.000 kartu elektronik bagi pengguna ataupun wisatawan yang kebetulan tidak memiliki unik.

Penyediaan kartu ini dinilai cukup untuk memenuhi persediaan dari H-7 hingga H-8 lebaran. Selain itu, drive thru top up kartu juga tetap disediakan. 

"Di Bali biasanya adalah arus wisata, kita juga menyiapkan posko lebaran serta menyiapkan layananan informasi 24 jam hingga cctv 24 jam," katanya. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya