8 Maskapai Ajukan 724 Penerbangan Ekstra di Ngurah Rai

Oleh: Feri Kristianto 07 Juni 2018 | 08:54 WIB
Sebuah pesawat bersiap mendarat saat aktivitas perbaikan tanggul penahan Bandara Ngurah Rai di Pantai Patra Bali, Kuta, Selasa (15/5)./Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR—Pengajuan slot penerbangan tambahan atau extra flight di Bandara I Gusti Ngurah Rai bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri mengalami kenaikan pesat.

Berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai, total ada 724 penerbangan ekstra yang diajukan oleh beberapa maskapai, atau meningkat hingga 96% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu 369 penerbangan ekstra. Adapun maskapai yang mengajukan adalah Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air, Indonesia Air Asia, Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Wings Air.

“Ada 12 rute diajukan dan 116.566 seat, semoga dapat dimanfaatkan secara maksimal,” papar GM Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Rabu (6/6/2018) malam.

Maskapai Lion Air tercatat paling banyak mengajukan extra flight sebanyak 174 penerbangan dengan total 26.854 seat diikuti Wings Air 120 flight atau sebanyak 8.640 seat dan Sriwijaya Air 120 flight berkapasitas 22.680 seat.

Dia menjelaskan pengajuan slot tersebut tetap harus tetap memerlukan Flight Approval ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Lebih lanjut dijelaskan bahwa bandara diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang pada 19 Juni 2018 sebesar 7%, dan lonjakan pesawat sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama 2017.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bandara Ngurah Rai menyiapkan Posko Angkutan Udara Lebaran yang melibatkan komunitas bandara yakni Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI AU, Polda Bali, Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai, Kantor KesehatanPelabuhan, Basarnas, Airline dan Ground Handling.

Total aparat yang disiapkan sebanyak 1.456 personel. Posko Angkutan Udara Lebaran 2018 akan beroperasi mulai tanggal 7 Juni – 24 Juni 2018, selama 24 jam dan terbagi menjadi 3 sif.

Manajemen memohon bantuan kepada instansi terkait untuk dapat membantu kelancaran pelaksanaan poskoterutama terkait pengamanan yang harus diperketat pasca terorbom yang terjadi di Surabaya pada bulan lalu. Untuk itu, pengamanan di bandara dibantu pengamanan tambahan 5 orang personel Sabhara Polresta Denpasar dan 10 orang personil Brimob Polda Bali.

“Kami mengimbau agar para pengguna jasa bandara tetap waspada dan melaporkan hal – hal yang mencurigakan kepadapetugas Aviation Security karena partisipasi parapengguna jasa bandara terkait kelancaran dan kenyamananselama di bandara sangat penting,” jelasnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya