Penukaran Uang Baru di Bali Diprediksi Terimbas Tren Nontunai

Oleh: Feri Kristianto 06 Juni 2018 | 08:56 WIB
Penukaran Uang Baru di Bali Diprediksi Terimbas Tren Nontunai
Karyawati bertransaksi menggunakan uang elektronik e money./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, DENPASAR—Transaksi penukaran uang tunai di Bali pada periode liburan Idul Fitri tahun ini tidak akan mengalami peningkatan drastis karena berjalannya sistem pembayaran non tunai.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Causa Iman Karana menyatakan berjalannya sistem pembayaran non tunai membuat sebagian masyarakat yang terbiasa menilai tidak memerlukan lagi uang secara fisik. Hal itu dinilai sebagai sebuah hal yang baik bagi kantor perwakilan bank sentral ini.

“Mungkin mereka sudah gunakan non tunai seperti adanya beberapa sistem pembayaran, jadi mereka merasa pakai ini saja termasuk transaksi beli tiket,” jelasnya, Selasa (5/6/2018).

Berdasarkan data BI Bali, penukaran uang tunai yang dilakukan di Sentral Parkir, Kuta selama tiga hari mencapai Rp4,9 miliar. Adapun jumlah masyarakat yang menukarkan uangnya di Kuta tersebut sebanyak 1.300 orang.

Saat ini Bank Indonesia Bali membuka lokasi penukaran uang di Lapangan Puputan Badung, Denpasar pada 5-8 Juni. Pada hari pertama, BI menyiapkan uang senilai Rp3 miliar untuk melayani permintaan dari masyarakat. Adapun jumlah penukar pada hari pertama sebanyak 750 orang.

“Ini masih berjalan terus dan besok kami tingkatkan lagi, apalagi ini sudah mepet libur panjang jadi bagian pelayanan bagi di BI untuk layani penukaran uang baru jelang Galungan dan hari raya Idul Fitri,” paparnya.

Causa menjelaskan melihat antusias masyarakat yang menukarkan, jika dana yang disiapkan Rp3 miliar per hari tidak cukup maka akan ditambah. Dia menuturkan jumlah warga yang menukar di lokasi Puputan Badung jauh lebih banyak dibandingkan di Kuta yang hanya 300-400 orang per hari.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa faktor dibukanya lokasi penukaran di 197 jaringan antar bank di seluruh Bali.Menurutnya, pecahan yang paling banyak ditukarkan oleh masyarakat adalah uang senilai Rp5.000.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya