Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali Bertambah

Oleh: Feri Kristianto 23 Mei 2018 | 17:13 WIB
Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali Bertambah
Ilustrasi: Jalak Bali, salah satu satwa yang dilindung/Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Bali kini memiliki tambahan pusat penangkaran dan pelepasliaran burung Jalak Bali dengan diresmikannya Pusat Penangkaran dan Pelepasliaran Jalak Bali di Kabupaten Gianyar.

Pendiri Yayasan Begawan Bradley Gardner mengatakan program konservasi berbasis masyarakat dirancang untuk memberikan peluang bisnis kepada masyarakat setempat dan juga untuk mendukung pelestarian maskot Bali. Adapun pusat Penangkaran dan Pelepasliaran (Breeding and Release Centre) ini berada di tengah-tengah masyarakat Melinggih Kelod, tepatnya di Banjar Begawan, Gianyar.

“Melalui program konservasi Jalak Bali, masyarakat setempat dapat mengambil keuntungan melalui eco- tourism dan pariwisata,” jelasnya dikutip dari siaran pers, Rabu (23/5/2018).

Yayasan Begawan telah menjalankan program konservasi Jalak Bali sejak 1999 dengan tujuan mengembalikan populasi burung yang terancam punah di alam liar. Yayasan telah melepasliarkan 65 ekor Jalak Bali antara 2006-2007 di Pulau Nusa Penida dan 16 ekor di Sibang pada periode 2010-2012. Namun, banyak burung hilang karena ditangkap pemburu liar.

Untuk pemantauan burung yang dilepasliarkan, Yayasan Begawan melibatkan komunitas lokal setempat. Komunitas ini mempunyai peran yang sangat penting dalam memerangi kejahatan satwa liar.

Yayasan bermitra dengan masyarakat setempat untuk memastikan adanya dukungan terhadap pelestarian Jalak Bali, yaitu melalui pengawasan kolektif dan tindakan tidak menangkap atau menjual burung liar ataupun yang telah dilepasliarkan.

“Kami juga melibatkan masyarakat setempat untuk berpartisipasi di kegiatan konservasi burung yang seringkali menantang dan membutuhkan waktu yang lama,” papar Gardner.

Burung Jalak Bali merupakan burung yang populasinya terancam punah. Menurut Kepala Resor BKSDA Gianyar Seksi Konserviasi Wilayah II Bapak Dewa Made Rupa, hal ini dikarenakan perburuan dan penangkapan burung untuk hewan peliharaan masih menjadi masalah utama.

Pusat Penangkaran saat ini mempunyai 53 ekor Jalak Bali, termasuk 8 pasang dan 15 ekor anakan dan indukan, 8 ekor Nuri Pelangi Mitchell dan Nuri Pelangi Forsten, juga 3 ekor Jalak Putih.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya