Transaksi Non Tunai BRI di Bali Nusra Capai Rp33 Miliar

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 20 Mei 2018 | 11:47 WIB
Transaksi Non Tunai BRI di Bali Nusra Capai Rp33 Miliar
Model menunjukan kartu kartu Brizzi. /Bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. gencar melakukan kerja sama penggunaan kartu non tunai di toko ritel untuk meningkatkan transaksi cashless yang nilainya sudah mencapai Rp33 miliar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra).

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Yoyok Mulawarman mengatakan sejak meluncurkan kartu Brizzi tahun lalu, hingga saat ini ada peningkatan transaksi sebanyak 200%. Kecenderungan ini membuatnya optimistis nilai transaksi akan terus meningkat pada 2018.

Hingga April 2018, jumlah kartu BRIZZI yang telah beredar di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 9,91 juta kartu dengan 74,75 juta transaksi dan total volume senilai Rp895 miliar. Khusus untuk wilayah Bali Nusra, telah beredar sebanyak 462.468 kartu dengan 2,32 juta transaksi dan total volume sebesar Rp33 miliar.

Dia menerangkan dengan volume transaksi yang cukup tinggi ini menandakan masyarakat Bali sudah cukup teredukasi untuk melakukan transaksi non tunai.

“Transaksi keseluruhan kecenderungannya meningkat karena seiring juga instruksi pemerintah untuk meningkatkan transaksi non tunai,” papar Yoyok, Sabtu (19/5/2018) malam.

Dia melanjutkan selain kontribusi di ritel, transaksi non tunai di jalan tol memberi kontribusi terbesar pada volume transaksi BRI di Bali. Dalam sehari, terdapat lebih dari 50.000 kendaraan yang masuk jalan tol. Dengan frekuensi yang tinggi ini, maka transkasi non tunai di jalan tol pun semakin tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya terus bekerja sama dengan peritel untuk meningkatkan jumlah kartu dan isi ulang sehingga akan terus menambah volume transaksi.

Salah satunya, dengan gerai ritel Coco Mart yang berada di Jimbaran. Gerai ini dinilai menjadi salah satu toko yang dekat dengan tol sehingga potensi masyarakat untuk melakukan isi ulang sebelum menggunakan jalan tol akan tinggi.

“Sampai saat ini, 6.000 kartu [Brizzi Coco Mart] sejak tahun lalu. Awalnya minta 3.000 kartu, tapi karena permintaannya cepat tinggi jadi kami sampai ambil kartu di Jakarta,” ungkap Yoyok.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya