Samsat Elektronik Bali Dimanfaatkan 4.000 Orang

Oleh: Feri Kristianto 26 April 2018 | 14:15 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Program samsat elektronik yang dibuat oleh Badan Pendapatan Daerah Bali mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, terlihat dari jumlah penggunanya yang terus bertambah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Bali Made Santha menuturkan sejak diluncurkan awal tahun hingga pertengahan April 2018, sudah sebanyak 4.000 pengajuan samsat elektronik terdaftar. Jumlah ini diklaim jauh lebih besar dibandingkan dengan program serupa yang diluncurkan di daerah lain.

Banyaknya masyarakat memanfaatkan layanan terbaru ini diperkirakan karena sebagian besar pemilik kendaraan sibuk untuk membayar pajak ke kantor samsat.

“Saya melihat aktivitas masyarakat Bali terutama perkotaan relatif waktunya tidak bisa dipastikan. Kadang-kadang mereka bisa saja melakukan aktivitas sampai sore kemudian tidak sempat ke samsat. Belum lagi dari desa-desa jaraknya jauh. Sehingga waktu tidak bisa bersamaan dengan kantor samsat buka transaksinya,” tuturnya, Kamis (26/4/2018).

Selain faktor kepraktisan mengurus, gencarnya sosialisasi diperkirakan menjadi alasan positifnya tanggapan masyarakat. Santha mengatakan sudah melakukan sosialisasi di 6 UPT. Audience sosialisasi itu kebanyakan adalah anak-anak SMA, kalangan akademisi, PNS di kantor desa hingga kecamatan.

Sosialisasi hampir menyeluruh di lingkup masyarakat Bali. Menurutnya, sejumlah faktor itu yang kemudian diketahui masyarakat dan memberikan mereka kemudahahan. Faktor penting lain adalah dapat digunakannya bukti pembayaran pajak kendaraan dapat dijadikan sebagai jaminan kepada petugas kepolisian.

“Cukup keluarkan struk saja, itu bisa jadi bukti 30 hari untuk beroperasi di jalan raya. Ketika dia dtangkap polisi di jalan maka cukup bisa tunjukkan atau transfer mobile banking,” paparnya.

Samsat elektronik di Bali sudah menggandeng 7 bank umum swasta seperti BRI, Mandiri, BCA, BNI, BTN dan Bank Pertama. 7 BPD di seluruh Indonesia sudah juga digandeng untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Santha menyatakan akan memperluas kerja sama dengan kantor pos untuk kemudahan pembayaran sekaligus jasa pengantaran STNK.

Ditargetkan program terbaru ini sudah mulai diterapkan pada tahun ini. Bapenda Bali masih melakukan koordinasi dengan salah satu BUMN ini untuk dapat mewujudkan program. Kantor Pos dibidik karena sudah bekerjasama dengan BPD Bali.

“Saya minta kantor pos membantu setelah STNK diurus, STNK masyarakat ini diantar sama kantor pos soal biaya itu urusan internal. Itu permintaan saya karena ingin beri service excellent di semua kantor pos kabupaten dan kota. Pokoknya kami akan lakukan kemudahan terus,” jelasnya.

Hingga akhir tahun 2018, program samsat elektronik akan menjangkau sebanyak 10.000-12.000 pemilik kendaraan. Dengan begitu, jumlah masyarakat yang datang ke kantor samsat berkurang dan antrian cepat terurai. Bapenda Bali pada tahun ini menargetkan PAD hingga Rp3,3 triliun.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya