PILGUB BALI 2018 : Harta Koster Naik Tertinggi, Sudikerta Menyusut Terbanyak

Oleh: Feri Kristianto 16 April 2018 | 13:38 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (tengah) selaku kader PDIP menghadiri pendaftaran bakal calon gubernur Bali, I Wayan Koster (kedua kiri) dan bakal calon wakil gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace (kedua kanan) di KPUD Bali, Denpasar, Senin (8/1). Pasangan bakal calon Koster - Ace tersebut diusung oleh PDIP yang didukung lima partai lainnya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bali 2018. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR - Dibandingkan dengan berinvestasi dalam bentuk surat-surat berharga, paslon gubernur dan wagub Bali ternyata lebih memilih investasi berupa tanah dan bangunan atau properti.

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, hampir sebagian besar kekayaan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Kbs-Ace) dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan berupa tanah dan bangunan. Investasi tersebut terbukti memberikan nilai pertambahan sangat tinggi. Hanya cawagub Sudikerta memiliki portofolio terbesar dalam bentuk surat berharga.

Salah satu contohnya adalah Wayan Koster yang sebelumnya adalah anggota DPR-RI. Kekayaan pria kelahiran Buleleng ini tercatat paling rendah yakni senilai Rp6,9 miliar. Meskipun nominalnya paling rendah, tetapi kenaikannya paling, yakni hingga 295,8% atau bertambah senilai Rp4,9 miliar jika dibandingkan LHKPN 2015 senilai Rp1,96 miliar.

Merujuk data KPK, kenaikan itu disebabkan karena dari 6 bidang tanah yang dimilikinya, harga 3 bidang tanah dan bangunan di Jakarta Barat, dan Kabupaten Buleleng meningkat drastis.Tanah dan bangunan seluas 121 m2 dan 100 m2, di Jakarta Barat pada 2015 hanya dihargai Rp416 juta, tetapi pada tahun ini senilai Rp1,02 miliar.

Demikian juga tanah dan bangunan seluas 2.600 meter persegi dan 206 meter persegi di Buleleng dari awalnya hanya seharga Rp155,2 juta, pada saat ini ditaksir mencapai Rp1,3 miliar. Hal sama juga terjadi untuk tanah seluas 12.800 meter persegi di Buleleng, jika pada 2015 hanya senilai Rp64 juta, pada saat ini seharga Rp1,28 miliar.

Jika ditelaah lagi, 86% aset Koster berupa properti, sedangkan aset surat berharga tidak punya. Adapun Cok Ace, tidak ditemukan LHKPNnya pada 2010. Dalam LHKPN 2018 ini, pria asal Ubud ini tercatat sebagai kandidat dengan kepemilihan tanah dan bangunan paling banyak dibandingkan kandidat lainnya. Total ada 57 bidang tanah mulai dari luasan 130 meter persegi hingga 24.700 meter persegi.

Keseluruhan aset itu tersebar di Gianyar, Klungkung hingga Lombok Barat dengan total nilainya mencapai Rp26,68 miliar atau 94% dari total hartanya Rp28,39 miliar. Ketua DPD PHRI Bali ini juga memiliki alat transportasi dan mesin paling banyak,yakni 17 unit kendaraan berupa motor Vespa hingga mobil Hummer senilai total Rp4,09 miliar.

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh paslon Mantra-Kerta. Rai Mantra tercatat memiliki kekayaan total senilai Rp43,8 miliar yang 84,2% (Rp36,9 miliar) adalah properti tanah dan bangunan.

Wali Kota Denpasar yang sedang cuti ini memiliki sebanyak 6 bidang tanah warisan dengan luasan 660 meter persegi hingga 10.000 meter persegi tersebar di Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.

Jika dibandingkan LHKPN 2010, nilai aset anak dari mantan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra ini mengalami penyusutan senilai Rp1,4 miliar. Merujuk data di KPK, sejumlah aset tanah miliknya tidak lagi terdaftar dalam LHKPN. Rai Mantra juga tidak memilik investasi dalam bentuk surat-surat berharga.

Sudikerta boleh disebut paling berbeda dibandingkan kandidat gubernur dan wagub lainnya. Jika semuanya portofolio investasi dominan dalam bentuk tanah dan bangunan, maka mantan Wabup Badung ini paling tinggi dalam bentuk surat berharga.

Dari total kekayaanya Rp25,78 miliar, sebesar 65,4% atau Rp16,8 miliar adalah surat berharga. Investasi dalam bentuk tanah dan bangunan sebanyak 3 unit hanya senilai Rp5,58 miliar dan alat transportasi Rp1,79 miliar.

Tidak disebutkan rinci surat berharga apa saja digenggam oleh Wagub Bali yang sedang cuti ini. Hanya saja, investasi di surat berharga milik Sudikerta pada LHKPN tahun ini mengalami penyusutan drastis hingga sebesar 28,8%.

Penyusutan itu berdampak terhadap nilai total kekayaannya yang menurun sebesar 21,6% dibandingkan dengan kekayaan pada 2015 yang senilai Rp32,9 miliar.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya