Baru 1.700 Angkutan Sewa Khusus Daring di Bali Kantongi Izin Lengkap

Oleh: Feri Kristianto 10 April 2018 | 16:00 WIB
Taksi \\"online\\"/Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Dinas Perhubungan Bali mencatat jumlah kendaraan angkutan sewa khusus yang telah memiliki izin lengkap untuk beroperasi sebagai angkutan berbasis aplikasi daring baru 1.700 unit dari total kuota 7.000 unit.

Kabid Angkutan Darat Dishub Bali I Gede Gunawan meminta perusahaan penyedian aplikasi daring seperti Grab dan Gojek tidak memberikan aplikasi kepada mitra yang belum memegang izin sehingga tidak beroperasi ilegal di lapangan.

“Oleh karena itu saya berharap melengkapi izin transportasi supaya kendaraan yang di jalan raya segera berizin,” paparnya, di Kuta, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, jumlah kendaraan yang sudah memiliki perizinan lengkap terbilang sedikit jika dibandingkan jumlah kuota. Gunawan mengaku sering mendapatkan aduan dari masyarakat mengenai jumlah kendaraan yang beroperasi sebagai angkutan sewa khusus lebih banyak dari jumlah terdata tersebut.

Perusahaan penyedia aplikasi diharapkan mendukung niat Dishub Bali membuat persaingan sehat antar pengusaha transportasi sehingga membantu meningkatkan kualitas transportasi.

Sudah menjadi kewajiban perusahaan aplikasi untuk mewajibkan mitranya memiliki adminsitrasi lengkap bila ingin beroperasi. Untuk itu jangan sampai perusahaan justru memberikan aplikasi kepada mitra yang belum mengurus perizinan.

Gunawan menegaskan akan terus melakukan razia kendaraan angkutan sewa khusus belum berizin.

Razia sudah pernah dilakukan di pintu keluar Bandar I Gusti Ngurah Rai dan sudah banyak kena tilang. Pihaknya akan menempuh tindakan serupa di pintu keluar bandara di Bali tersebut untuk mengecek perizinan kendaraan mitra perusahaan penyedia aplikasi.

“Kami ingin transportasi berjalan dengan baik lancar tidak mengganjal. Kami meminta dengan sangat agar pihak penyelenggara melengkapi perizinan dengan sangat. Jangan sampai terjadi perizinan yang seharusnya dipegang terutama koperasi tetapi sampai di jalan raya banyak tidak berizin,” tegasnya.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyambut baik nasehat dari Dishub Bali.

Dia mendorong mitra pengemudi Grab untuk segera memproses perizinan. Hanya saja, Ridzki tidak bersedia mengungkapkan jumlah mitra Grab di Bali.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya