Produsen Beras Merah Tabanan Perlu Teknologi Pengolahan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 28 Maret 2018 | 11:05 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Distributor beras merah dari Tabanan Bali kewalahan memenuhi pesanan dari Amerika Serikat lantaran terkendala minimnya pengaplikasian teknologi.

Pemilik UD Karya Sejatera I Wayan Sukaartha mengatakan pihaknya hanya bisa mengirim 11 ton beras merah ke Amerika Serikat. Sementara, permintaan negara tersebut cukup tinggi yakni hingga 30 ton beras merah.

Rendahnya pengiriman karena hingga saat ini pihaknya masih menggunakan cara manual. Hampir semua kegiatan produksi dilakukan dengan tenaga manusia yakni mulai dari saat menyangrai beras untuk mendapatkan warna merah yang bagus hingga saat pngayakan untuk memisahkan butir beras yang patah.

Padahal, selama ini masyarakat luar negeri sangat menyukai beras merah dari Bali. Hal itu karena aroma yang khas saat dimasak dan manfaatnya yang dinilai mampu menurunkan kadar gula.

"Setelah uji lab, kadar gula beras merah sangat rendah jadi untuk penderita diabetes sangat bagus," katanya, Senin (26/3/2018).

Sukaartha mengatakan, selain permintaan dari Amerika Serikat, beberapa negara seperti Kanada dan China juga tertarik dengan beras merah dari Bali. Hanya saja, karena belum bisa meningkatkan produksi dan pengiriman di satu negara yang belum terpenuhi, pihaknya masih berfokus untuk melakukan ekspor ke Amerika Serikat.

"Saya satu ini [ke Amerika Serikat] masih belum maksimal pengirimannya, maka saya fokus ke satu aja dulu," katanya.

Sementara, selain masalah kuantitas, pihaknya saat ini juga tengah berupaya meningkatkan kualitas beras yang dikirim. Mulai dari mengurangi jumlah beras yang patah dan warna merah beras yang lebih bagus.

"Saat ini kita nyangrai masih manual dan untuk ngayak beras yang patah juga masih manual, kalau mau dibantu pemerintah ini lebih baik," katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya