Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

NTB Ekspor 3 Ton Manggis ke China

Nusa Tenggara Barat (NTB) mengekspor 3 ton manggis ke China setelah buah tersebut melewati disertifikasi Karantina NTB.
Petugas Badan Karantina memeriksa manggis yang hendak diekspor./Ist
Petugas Badan Karantina memeriksa manggis yang hendak diekspor./Ist

Bisnis.com, DENPASAR – Nusa Tenggara Barat (NTB) mengekspor tiga ton manggis ke China, setelah buah tersebut disertifikasi Karantina NTB. 

Kepala Karantina NTB, Agus Mugiyanto menjelaskan ekspor dilakukan oleh PT. Bintang Agro Sentosa, Lingsar, Lombok Barat. Pengiriman manggis langsung dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok dengan transit di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Manggis tersebut sampai China pada Rabu malam. 

Agus menjelaskan sebelum dikirim, manggis tersebut sudah melalui disertifikasi yang meliputi pemeriksaan fisik. Petugas Karantina NTB memastikan bahwa manggis yang akan diberangkatkan telah memenuhi standar ekspor dan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) agar nantinya dapat diterbitkan sertifikat phytosanitary

"Kami melakukan pemeriksaan fisik terhadap 3 ton atau 3.150 Kg manggis ekspor tujuan China di Packing House milik PT. Bintang Agro Sentosa, Lingsar, Lombok Barat," jelas Agus dari keterangan resminya, Rabu (26/3/2024). 

Sepanjang 2024, NTB telah enam kali mengekspor manggis ke China dengan total volume ekspor mencapai 18,5 ton. Agus menyebut nilai ekspor manggis sepanjang 2024 mencapai Rp1,15 miliar.

Karantina NTB menurut Agus hadir untuk memfasilitasi perdagangan, sehingga kami juga harus mampu memberikan layanan sertifikasi sebaik mungkin dan secepat mungkin agar tidak menghambat proses bisnis dari pengguna jasa. 

NTB memang sedang menggenjot ekspor komoditas unggulan di luar tambang. Karena selama ini ekspor NTB 98% dari komoditas tambang yang diproduksi oleh PT Amnt Mineral (Amman). Sedangkan ekspor komoditas non tambang NTB volumenya baru 2% - 3%. 

Bahkan menurut data BPS, pada Februari 2024 ekspor barang galian/tambang tembus US$229, 89 juta atau 99,65% dari keseluruhan ekspor. Sedangkan ekspor non tambang seperti garam, belerang, kapur sebesar US$ 333.265 atau hanya 0,14%, perhiasan/permata US$ 235.580 atau 0,10%, berbagai produk kimia sebesar US$161.800 atau 0,07%, serta biji-bijian berminyak sebesar US$52.757atau 0,02%

NTB memiliki sejumlah komoditas unggulan yang masih bisa dikembangkan menjadi komoditas ekspor seperti vanili, kopi, mutiara dan perikanan. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper