Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Investor China Mulai Pembangunan Kereta Gantung ke Gunung Rinjani

Nilai investasi proyek kereta gantung ini mencapai Rp2,2 triliun dan peletakan batu pertama digelar Minggu, 18 Desember.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 18 Desember 2022  |  17:34 WIB
Investor China Mulai Pembangunan Kereta Gantung ke Gunung Rinjani
Danau kawah Segara Anak dengan Gunung Barujari di tepi danau dilihat dari Puncak Gunung Rinjani di sisi timur. - wikipedia.org
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR – Investor China memulai pembangunan kereta gantung ke Gunung Rinjani ditandai dengan ground breaking yang dijadwalkan, Minggu (18/12/2022).

Lokasi pembangunan kereta gantung ini dimulai dari kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah ke Gunung Rinjani. Panjang kereta gantung ini diproyeksikan hingga 15 Km, dan akan menjadi kereta gantung terpanjang pertama di Indonesia.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah sendiri pembangunan kereta gantung ini melalui akun resminya di media sosial. Pembangunan akan berlangsung selama dua tahun dan rampung pada 2025. Pembangunan kereta gantung ini untuk memberi akses yang lebih luas kepada wisatawan untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani dan Pulau Lombok, dan memberi alternatif pilihan bagi wisatawan yang tidak bisa mendaki.

Zul menjelaskan pembangunan kereta gantung ini akan memberi dampak yang positif terhadap pariwisata NTB, dan membuka lapangan kerja bagi baru bagi masyarakat. Mengenai kekhawatiran guide dan porter soal dampak adanya kereta gantung akan mengurangi minat orang mendaki ke Rinjani sehingga mengancam mata pencaharian mereka, Zul menjelaskan hal itu tidak akan terjadi karena peminat pendakian tetap akan banyak.

“Tentang porter yang akan terganggu mata pencahariannya insyaallah tidak juga, yang akan mendaki tetap banyak, bahkan porter bisa dilatih dengan skil baru agar menyesuaikan dengan lingkungan baru,” jelas Zul melalui akun resminya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Mohammad Rum, menjelaskan nilai investasi proyek kereta gantung ini mencapai Rp2,2 triliun. “Nilai investasi Rp2,2 triliun, memang benar ground breaking akan dilakukan pada 18 Desember,” jelas Rum saat dikonfirmasi Bisnis, Jumat (16/12/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung rinjani ntb
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top