Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTT Diminta Mengantisipasi Potensi Bencana Kekeringan

Antisipasi potensi bencana karhutla bisa dilakukan warga dengan tidak membakar lahan atau melakukan aktivitas yang berpotensi membuat kebakaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  13:56 WIB
NTT Diminta Mengantisipasi Potensi Bencana Kekeringan
Keindahan pantai di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tempat berlangsungnya pertemuan kedua Sherpa G20 Indonesia. - Bisnis/Ni Luh Anggela

Bisnis.com, LABUAN BAJO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada musim kemarau tahun 2022.

"Secara umum wilayah NTT saat ini sudah memasuki musim kemarau. Yang perlu diantisipasi adalah potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan lahan," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Selasa (19/7/2022).

Antisipasi potensi bencana karhutla, kata dia, bisa dilakukan warga dengan tidak membakar lahan atau melakukan aktivitas yang berpotensi membuat kebakaran, sedangkan antisipasi kekeringan, antara lain dengan menabung dan menghemat air.

Fachri juga meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG. Berbagai kanal telah disediakan BMKG untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi cuaca, seperti kanal laman resmi BMKG, akun sosial media BMKG, dan aplikasi mobile info BMKG.

Berkaitan dengan antisipasi bencana kekeringan, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo juga meminta masyarakat untuk waspada dengan dampak kekeringan.

"Hemat dan gunakan air secara bijak supaya dampak kekeringan akibat kemarau bisa kita hadapi bersama," ujar dia.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenotek meminta para petani tidak membersihkan lahan atau membuka lahan baru dengan cara membakar untuk mencegah karhutla.

Meskipun NTT telah memasuki musim kemarau, Sti menyebut beberapa titik di wilayah Kabupaten Manggarai Barat masih mengalami hujan dengan intensitas ringan karena fenomena La Nina yang masih aktif.

"Sehingga walaupun sudah musim kemarau tapi masih ada hujan sampai saat ini terutama di wilayah Manggarai Barat dataran tinggi," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top