Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran KUR BNI di Mataram Capai Rp160 Miliar

Richard Dahlan menjelaskan sepanjang 2022, penyaluran KUR paling besar ke sektor usaha kecil dengan nilai pinjaman Rp100 juta hingga maksimal Rp500 juta
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 09 Juli 2022  |  09:32 WIB
Penyaluran KUR BNI di Mataram Capai Rp160 Miliar
Ilustrasi

Bisnis.com, DENPASAR – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui BNI Cabang Mataram mencapai Rp160 miliar pada semester I/2022 atau 55 persen dari target penyaluran KUR 2022 senilai Rp320 miliar.

Pemimpin BNI 46 Cabang Mataram, Richard Dahlan menjelaskan sepanjang 2022, penyaluran KUR paling besar ke sektor usaha kecil dengan nilai pinjaman Rp100 juta hingga maksimal Rp500 juta.

“Paling besar penyaluran kami saat ini usaha kecil ya, terutama yang usaha retail di atas Rp100 juta, kondisi kreditnya bagus.  Kemudian kami juga masih menyalurkan ke sektor mikro juga, khususnya ke klaster petani bawang putih di kecamatan Sembalun dan petani cabai,” ujar Richard dari keterangannya pada Kamis (7/7/2022).

Richard menjelaskan, adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok berdampak terhadap kredit petani sapi yang sedang berjalan. “Adanya PMK ini memang berdampak terhadap kredit petani sapi, termasuk sedang dicari solusinya, apakah melalui restrukturisasi kredit atau petani sapi masih bisa menutupi dulu kredit yang sudah jatuh tempo melalui biaya lain,” ujar Richard.

Adanya wabah PMK tersebut membuat BNI mengevaluasi penyaluran kredit untuk petani sapi, Richard menjelaskan evaluasi yang dilakukan yakni memastikan kesiapan offtaker sebagai penyedia benih maupun penampung sapi petani. “Beberapa komitmen masih kami pastikan kaitan dengan penyaluran kredit ke petani sapi, kami berharap segera bisa menyalurkan kredit ke petani sapi,” ujar dia.

Selain masalah PMK, kredit petani sapi bisa bermasalah akibat tidak membayar angsuran ketika masa panen sudah selesai, sebagian petani yang menjadi kreditur menggunakan hasil panen untuk membeli sapi lagi. “Setelah panen misalnya mereka dapat hasil terkadang tidak langsung membayar angsuran, tetapi menggunakan hasil panen untuk kembali membeli sapi, ini yang harus kami pertegas soal komitmen ketika hendak menyalurkan kredit kembali,” kata Richard.

Richard menjelaskan tidak menutup kemungkinan nilai penyaluran KUR wilayah kerjanya akan bertambah dari target yang sudah ditetapkan, mengingat target pemerintah pusat untuk penyaluran KUR setiap tahun terus meningkat. “Kalau kemungkinan bertambah pasti ada, karena target pemerintah untuk penyaluran KUR kan tinggi,” kata Richard.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur mataram kredit
Editor : Feri Kristianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top