Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Hiburan Senggigi Masih Lesu

Wisatawan asing yang ke Senggigi sudah mulai bosan dengan keadaan Senggigi yang tidak ada perubahan.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 26 Mei 2022  |  12:16 WIB
CO-Chair Of Y20 Indonesia Budy Sugandi (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kedua kanan) saat pembukaan Pra KTT Kedua Indonesia (Y20 Pre-Summit) 2022 di Senggigi, Lombok Barat, NTB, Sabtu (23/4/2022). Pra KTT Kedua Indonesia (Y20 Pre-Summit) yang berlangsung hingga 24 April 2022 tersebut membahas isu tentang Transformasi Digital. - Antara/Ahmad Subaidi.
CO-Chair Of Y20 Indonesia Budy Sugandi (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kedua kanan) saat pembukaan Pra KTT Kedua Indonesia (Y20 Pre-Summit) 2022 di Senggigi, Lombok Barat, NTB, Sabtu (23/4/2022). Pra KTT Kedua Indonesia (Y20 Pre-Summit) yang berlangsung hingga 24 April 2022 tersebut membahas isu tentang Transformasi Digital. - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, MATARAM – Pusat hiburan di kawasan wisata Senggigi masih belum bergeliat kendati kedatangan wisatawan ke Pulau Lombok sudah mulai meningkat .

Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Suhermanto, menjelaskan jumlah tempat hiburan di Senggigi semakin menyusut sejak pandemic Covid-19, dan sulit untuk bangkit meskipun pelonggaran aktivitas sudah dilakukan.

“Jumlah tempat hiburan turun lebih dari 50 persen, dari awalnya 27 tempat pada 2018, turun menjadi 12 tempat saja. Itu terjadi setelah perlahan sejak gempa melanda Lombok dan semakin berkurang ketika pandemi Covid-19,” kata Suhermanto kepada Bisnis, Kamis (26/5/2022).

Penyebab lesunya industri hiburan karena karaoke yang menjadi andalan untuk menarik minat konsumen tidak diminati lagi oleh konsumen terutama wisatawan yang berkunjung ke Senggigi.

“Karaoke ini sudah bukan barang mewah lagi, sekarang tempat karaoke bisa dimana mana, di warung, rumah, jadi itu faktor utama. Kemudian pertumbuhan tempat hiburan di Kota Mataram juga pesat, tapi Mataram ini kan pasarnya lokal, sedangkan kami sebenarnya pasarnya tamu asing. Masalahnya wisatawan asing yang ke Senggigi sudah mulai bosan dengan keadaan Senggigi yang tidak ada perubahan,” kata Hermanto.

Senggigi perlu melakukan revitalisasi kawasan wisatanya agar mampu menarik minat wisatawan asing dan domestik.

Hermanto menuturkan konsep hiburan di Senggigi harus diubah dari karaoke menjadi live music festival, yang sedang diminati oleh anak muda. Tetapi untuk menyelenggarakan live musik dengan jumlah penonton banyak, Senggigi kekurangan lahan terbuka yang memadai.

“Lahan Senggigi sudah sempit sekali untuk penyelenggaraan acara seperti live music. Kami meminta pemerintah provinsi untuk turun tangan memperhatikan Senggigi dengan serius. Tidak bisa hanya mengandalkan pengusaha. Dalam kondisi seperti ini kita tidak boleh menyerah dalam mencari solusi untuk menggeliatkan kembali wisata Senggigi,” ujar Hermanto. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata lombok ntb mataram
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top