Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi NTB Tumbuh Tertinggi Selama Pandemi

Pertumbuhan ekonomi NTB merupakan rekor baru sejak pandemi. Ekonomi NTB sempat mengalami kontraksi pada kuartal I/2021 1,18 persen.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  14:49 WIB
Sejumlah pengunjung bermain air di Pantai Wisata Nipah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (4/5/2022). Sejumlah destinasi wisata pantai di Pulau Lombok ramai dikunjungi wisatawan saat libur lebaran. - Antara/Ahmad Subaidi.
Sejumlah pengunjung bermain air di Pantai Wisata Nipah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (4/5/2022). Sejumlah destinasi wisata pantai di Pulau Lombok ramai dikunjungi wisatawan saat libur lebaran. - Antara/Ahmad Subaidi.

Bisnis.com, MATARAM - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kuartal I/2022 mencapai 7,76 persen, merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2022, ditopang oleh tumbuhnya berbagai lapangan usaha seperti akomodasi makan dan minum yang tumbuh tertinggi mencapai 22,29 persen.

Kemudian sektor pertambangan dan penggalian 19,18 persen, sektor trasnportasi & pergudangan tumbuh 15,36 persen, sektor pertanian tumbuh 4,56 persen. Selain itu, sektor kontruksi juga tumbuh 8,06 persen, perdagangan besar dan eceran tumbuh 13,54 persen dan administrasi pemerintahan tumbuh 5,79 persen.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menjelaskan pertumbuhan ekonomi NTB merupakan rekor baru sejak pandemi. Ekonomi NTB sempat mengalami kontraksi pada kuartal I/2021 1,18 persen.

"Ini merupakan rekor baru setelah pandemi covid-19. Pertumbuhan ekonomi NTB sudah membaik sejak kuartal IV/2022 yang tumbuh 3,16 persen, dan semakin membaik pada 2022 ini," jelas Wahyudin melalui zoom, Senin (9/5/2022).

Dari sektor pengeluaran, pertumbuhan ekonomi NTB ditopang oleh naiknya ekspor luar negeri yang mencapai 187,28 persen. Kemudian diikuti oleh konsumsi lembaga nonprofit 9,6 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,06 persen.

"Ekspor luar negeri juga tumbuh tertinggi, sementara ekspor mengalami kontraksi 8,47 persen," kata Wahyudin.

Tumbuhnya sektor akomodasi dan transportasi pada kuartal I/2022 disebabkan adanya event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) di Mandalika, yang mendatangkan 65.000 penonton ke Lombok. BPS juga mencatat perputaran uang selama MotoGP mencapai Rp600 miliar. (K48)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi lombok ntb
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top