Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Ditawarkan Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

DNA telah masuk entitas ilegal, OJK meminta masyarakat NTB mewasapadai iming-iming investasi dari DNA Pro.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  19:23 WIB
Ilustrasi forex robot trading. - Freepik.com
Ilustrasi forex robot trading. - Freepik.com

Bisnis.com, MATARAM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan Robot Trading DNA Pro merupakan entitas investasi ilegal.

DNA Pro menjalankan kegiatan penjualan atau penawaran investasi robot trading dengan sistem penjualan langsung tanpa izin. Dari informasi yang beredar, DNA Pro akan membuat acara di salah satu hotel di kota Mataram, Rabu (26/1/2022).

Kepala OJK NTB yang juga Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) NTB Rico Rinaldy menjelaskan DNA Pro telah masuk daftar entitas ilegal yang dihentikan oleh SWI pusat pada 3 November 2021.

"DNA telah masuk entitas ilegal, jadi kami minta masyarakat NTB mewaspadai iming-iming investasi dari DNA Pro. Iming-iming keuntungan tinggi yang beredar melalui sarana media sosial maupun kegiatan roadshow di hotel atau ruang publik agar diwaspadai, demi menghindari risiko dana hilang yang tinggi," jelas Rico dari keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).

Rico menekankan masyarakat NTB harus memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Selain itu memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

"Jadi masyarakat harus memahami secara menyeluruh manfaat serta risiko dari investasi yang dituju. Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui investor alert portal," kata Rico.

Sebelumnya OJK NTB merilis sejumlah 15 entitas ilegal atau investasi bodong telah memakan korban di NTB yakni Tiktok cash, Snack video, Go Champion, Auto Trade Clun Indonesia, Eurobit Investment, JAA Lifestyle, M-Pay Digital, Block Doge Chain, Lucky Best Coin, Goldcoin, 7 Prime, PT IQ Target Tranding, Pembiayaan PV Schneider, CFG Internasional Investment, dan I-Doe Club. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ntb investasi ilegal
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top