Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kadin NTB dan Jawa Barat Kolaborasi Genjot Ekspor Daerah

Ketua Umum Kadin NTB Faurani menjelaskan kerjasama kerja sama dengan Jawa Barat untuk merambah pasar ekspor baru untuk produk dari NTB. Dipilihnya Jawa Barat karena dinilai sebagai daerah dengan nilai ekspor lebih baik dari NTB.
Ilustrasi. Biji kopi/Antara
Ilustrasi. Biji kopi/Antara

Bisnis.com, MATARAM - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kadin Jawa Barat berkolaborasi untuk menggenjot pasar ekspor daerah terurama ekspor NTB.

Ketua Umum Kadin NTB Faurani menjelaskan kerjasama kerja sama dengan Jawa Barat untuk merambah pasar ekspor baru untuk produk dari NTB. Dipilihnya Jawa Barat karena dinilai sebagai daerah dengan nilai ekspor lebih baik dari NTB.

"Kami mencoba kolaborasi dengan Kadin Jawa Barat untuk membuka pasar ekspor NTB yang masih tertinggal dengan daerah lain. Jawa Barat lebih berpengalaman dalam pasar ekspor sehingga kami perlu kolaborasi," jelas Faurani, Kamis (9/12/2021).

Komoditas ekspor yang akan ditingkatkan ekspornya yakni komoditas nontambang seperti kopi, komoditas anyaman ketak. "Hasil dari kolaborasi ini kami mendapat tawaran dari Swiss untuk mengirim kopi Lombok, jadi dengan kolaborasi ini kami sudah mendapat pasar baru. Kami saling tukar menukar informasi soal ekspor," ujar Faurani.

Selain itu, Kadin NTB bersama Jawa Barat berkolaborasi meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB melalui transfer ilmu dari Jawa Barat ke NTB.

"Kami sudah MoU membina UMKM NTB agar naik kelas, dengan pembinaan berkelanjutan, memberikan akses pasar untuk UMKM, sehingga semakin banyak UMKM di NTB yang naik kelas," kata Faurani.

Sebagai informasi, NTB terus meningkatkan ekspor komoditas non tambang yang nilainya masih rendah dibanding ekspor komoditas tambang. Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat nilai ekspor NTB hingga Oktober 2021 US$132 juta dolar yang didominasi oleh ekspor bahan tambang sejumlah 96 persen atau US$126 juta. Sementara ekspor komoditas nontambang hanya 4 persen yang meliputi ekspor sayuran, mutiara atau permata, ikan dan udang, kopi, teh dan rempah-rempah. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper