Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

32.000 Pekerja di Mataram Dapat Bantuan Subsidi Upah

Pencairan BSU bagi pekerja dibagi menjadi dua tahap dam diterima selama dua bulan, setiap bulan pekerja akan menerima Rp500.000 ke rekening yang sudah diverifikasi oleh BP Jamsostek.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  12:34 WIB
32.000 Pekerja di Mataram Dapat Bantuan Subsidi Upah
Ilustrasi. - Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, MATARAM - Sejumlah 32.000 pekerja terdampak penerapan PPKM level IV di kota Mataram mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sejumlah Rp 1 juta per orang.

Pekerja yang mendapat BSU mereka yang sudah terdaftar di BP Jamsostek dan domisili perusahaan berada di kota Mataram. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi menjelaskan BSU diberikan hanya kepada pekerja yang terdampak PPKM level IV.

"Di NTB hanya kota Mataram yang menerapkan PPKM level IV, jadi perusahaan yang berdomisili di kota Mataram saja yang pekerjanya dapat BSU dan terdaftar di BP Jamsostek," jelas Aryadi, Jumat (6/8/2021).

Pencairan BSU bagi pekerja dibagi menjadi dua tahap dam diterima selama dua bulan, setiap bulan pekerja akan menerima Rp500.000 ke rekening yang sudah diverifikasi oleh BP Jamsostek. Pencairan dana BSU sudah dimulai sejak 1 Agustus 2021.

Kepala BP Jamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat menjelaskan 167 badan usaha di Kota Mataram dengan 32.000 pekerja yang terdaftar di BP Jamsostek mendapat BSU. Adventus menjelaskan pekerja di sektor pertanian, peternakan, perimanan, kesehatan, sektor jasa keuangan dan investasi, dan pekerja sektor energi dan telekomunikasi tidak termasuk penerima BSU.

"Pekerja di sektor tersebut sudah mendapatkan bantuan dari program lain, kami juga harapk maklum bagi badan usaha yang tidak berdomisili di kota Mataram tidak mendapatkan BSU," jelas Adventus.

Kota Mataram sendiri menerapkan PPKM level IV hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Pembatasan jam kerja serta pembatasan jumlah pekerja non esensial membuat banyak pekerja terdampak PPKM. (K48)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

upah ntb mataram

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top