Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Work From Bali Terbitkan Harapan Perbaikan Ekonomi

Jika WFB ini berjalan, multiplier effect terhadap lapangan usaha lain baik di sektor pariwisata maupun sektor pendukung pariwisata juga cukup besar.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  16:21 WIB
Perajin menata layangan janggan untuk dijual saat UMKM Layang-Layang Expo 2021 di Pantai Segara Ayu Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (21/5/2021). Kegiatan yang digelar pada 21-22 Mei 2021 tersebut diikuti 43 usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai upaya pemulihan ekonomi sekaligus untuk melestarikan budaya Bali khususnya layang-layang tradisional pada masa pandemi Covid-19. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Perajin menata layangan janggan untuk dijual saat UMKM Layang-Layang Expo 2021 di Pantai Segara Ayu Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (21/5/2021). Kegiatan yang digelar pada 21-22 Mei 2021 tersebut diikuti 43 usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai upaya pemulihan ekonomi sekaligus untuk melestarikan budaya Bali khususnya layang-layang tradisional pada masa pandemi Covid-19. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.

Bisnis.com, DENPASAR - Skema Work From Bali diyakini mampu memperbaiki ekonomi di Pulau Dewata pada Q2/2021 dibandingkan Q1/2021 yang mencapai minus 9,85 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan skema Work From Bali (WFB) diperkirakan dapat menahan laju kontraksi perekonomian Bali melalui akselerasi pariwisata domestik berbasis Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). Namun dengan catatan, kedatangan wisatawan nusantara pada Juni bisa di atas 10.000 orang lebih, sehingga Q2/2021 bisa lebih baik daripada kuartal sebelumnya.

"Semoga WFB digencarkan pada Juni 2021 atau bulan terakhir di Q2, sehingga berdampak untuk meningkatkan geliat ekonomi," tutur Trisno kepada Bisnis, Selasa (25/5/2021).

Sementara itu, jika WFB ini berjalan, multiplier effect terhadap lapangan usaha lain baik di sektor pariwisata maupun sektor pendukung pariwisata juga cukup besar. Seperti sektor UMKM, transportasi, event organizer, destinasi wisata, suvenir, dan sektor pendukung pariwisata akan ikut terdorong aktivitasnya.

"Pemerintah telah merancang program ini dan pernah dilakukan di tahun 2002, yang memberikan manfaatnya terhadap perekonomian lokal," kata dia.

Menurutnya, WFB merupakan salah satu quality tourism yang juga menjadi target reorientasi pariwisata Bali pasca pandemi. Sehingga semua harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menyukseskan program ini, dengan demikian kepercayaan terhadap Bali akan meningkat sehingga pemulihan akan berjalan lebih cepat.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, rencana WFB tengah digencarkan oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Seperti Kemenko Marvest yang akan mengkoordinir tujuh kementerian. Kemudian sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mulai melakukan WFB dari kemarin, juga hari ini.

Lebih lanjut, pelaku industri pariwisata sudah siap dengan WFB ini, karena sejumlah hotel dan kawasan pariwisata telah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE).

Selain itu, program vaksin Covid-19 di Bali juga sudah diatas 30 persen, serta perkembangan kasusnya cukup terkendali. Beberapa kali juga sudah dilakukan event di Nusa Dua dan beberapa tempat lainnya.

"Saya rasa dari segi kesiapan, Bali siap melaksanakan WFB ini, terlebih sudah 14 bulan kita semua mengalami dampak dari pandemi," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bali Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top