Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Munajat Terbaik untuk Awak KRI Nanggala-402

Tanda pagar (tagar) prayforkrinanggala402 banyak dibagikan di Twitter, sedangkan di Facebook foto prajurit salat di bagian atas kapal dan disertai ajakan berdoa terbaik bagi anak bangsa tersebut banyak digaungkan.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 24 April 2021  |  11:00 WIB
KAL Rejegwesi berlayar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). KAL Rejegwesi dan KRI dr Soeharso 990 kembali ke perairan Bali untuk memulai pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat menggelar latihan penembakan di utara Bali pada Rabu (21/4). - Antara/Zabur Karuru.
KAL Rejegwesi berlayar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). KAL Rejegwesi dan KRI dr Soeharso 990 kembali ke perairan Bali untuk memulai pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat menggelar latihan penembakan di utara Bali pada Rabu (21/4). - Antara/Zabur Karuru.

Bisnis.com, BADUNG - Lini massa media sosial ramai dengan ajakan berdoa yang terbaik bagi KRI Nanggala-402.

Tanda pagar (tagar) prayforkrinanggala402 banyak dibagikan di Twitter. Sedangkan di Facebook foto prajurit salat di bagian atas kapal dan disertai ajakan berdoa terbaik bagi anak bangsa tersebut banyak digaungkan.

Hari ini, Sabtu (24/4/2021), merupakan hari keempat setelah kapal selam yang dibuat tahun 1977 dan diterima angkatan laut delivery tahun 1981 buatan HDW Jerman itu hilang kontak di perairan Bali Utara pada Rabu (21/4/2021).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad menyebut jika ditarik garis lurus titik dugaan keberadaan kapal terletak sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik. Sembilan titik itu termasuk ada yang tumpahan maupun daya magnetnya sangat kuat. Jadi ada sembilan 9 titik tersebar radiusnya jadi jaraknya 23 nautical mile (NM), kurang lebih mungkin sekitar 10 NM luasan," kata Kapuspen TNI di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Jumat.

Ia mengatakan, selain sebaran titik pencarian, untuk perizinan bantuan kapal dari luar negeri juga sudah terselesaikan, di antaranya kapal Poseidon dari Amerika Serikat dan juga HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia.

Terkait dengan alat keselamatan KRI Nanggala-402, Mantan Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Anshori menjelaskan bahwa alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai dengan standar internasional yang diberlakukan seluruh kapal selam di dunia.

"Jadi seluruh peralatan-peralatan ini disesuaikan dengan jumlah personel yang ada di dalam kapal, termasuk 53 personel tersebut," katanya.

Prajurit TNI AL bersiap-siap di anjungan KRI dr Soeharso-990 ketika kapal tersebut akan berlayar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). KRI dr Soeharso 990 kembali ke perairan Bali untuk memulai pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat menggelar latihan penembakan di utara Bali pada Rabu (21/4)./Antara-Zabur Karuru.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono memperkirakan kemampuan oksigen KRI Nanggala apabila berada dalam kondisi blackout mampu bertahan 72 jam atau kurang lebih 3 hari.

"Jadi, kalau kemarin (21/4) saat hilang kontak pukul 03.00 Wita, sampai Sabtu (24/4) pukul 03.00 Wita. Mudah-mudahan ini segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," kata Laksamana TNI Yudo Margono saat konferensi pers .

Kasal mengatakan bahwa kapal KRI Nanggala ini dalam keadaan siap, baik personel maupun material. Selan itu, sudah mendapat surat kelaikan. Bahkan, sertifikat kelaikan itu berlaku hingga 25 Maret 2022. Untuk itu, masih layak melaksanakan kegiatan operasi.

"Riwayat kapal ini sudah menembak torpedo latihan sebanyak 15 kali dan menembak torpedo perang dua kali dengan sasaran kapal eks KRI, keduanya tenggelam. Jadi, KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur sehingga kami libatkan untuk latihan penembakan torpedo latihan maupun perang," katanya menjelaskan.

KAL Rejegwesi berlayar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). KAL Rejegwesi dan KRI dr Soeharso 990 kembali ke perairan Bali untuk memulai pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat menggelar latihan penembakan di utara Bali pada Rabu (21/4)./Antara-Zabur Karuru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan kapal tni al KRI Nanggala 402

Sumber : Newswire/Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top