Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Joger Bali Pekerjakan 97 Pemandu Wisata Terdampak Covid-19

Covid-19 juga memunculkan banyak inovasi, seperti melahirkan banyaknya rangkaian kata-kata yang tertuang dalam kaos oleh-oleh khas Joger.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 07 April 2021  |  16:57 WIB
Founder of Pabrik Kata-kata Joger Joseph Theodorus Wulianadi - Istimewa.
Founder of Pabrik Kata-kata Joger Joseph Theodorus Wulianadi - Istimewa.

Bisnis.com, DENPASAR - Pandemi Covid-19 menampar keras pariwisata Bali. Banyak aspek terpukul, termasuk para pemandu wisata di Pulau Dewata tersebut.

Beruntung, di tengah situasi yang tidak menentu itu masih ada perusahaan yang bisa memberi kesempatan kerja.

Joger pabrik kata-kata adalah salah satunya. Tempat belanja oleh-oleh khas Bali itu tercatat mempekerjakan 97 orang pemandu wisata yang terdampak pandemi Covid-19 sejak Oktober 2020.

Founder of Pabrik Kata-kata Joger Joseph Theodorus Wulianadi mengatakan, meski sempat ditutup selama tujuh bulan dari Maret hingga awal Oktober 2020, Joger tidak pernah merumahkan karyawan yang disebut sebagai anggota keluarga. Joger bahkan menambah 97 personel dari pemandu pariwisata.  

"Awalnya salah satu anggota keluarga bercerita melihat salah satu guide yang berjualan roti dengan penghasilan kecil. Kemudian dewan guide kami menghimpun nama-nama yang terdampak, ketemulah 97 orang tersebut dan kami berdayakan," kata Joseph, Rabu, (7/4/2021).

Menurut laki-laki yang akrab disapa Mr. Joger ini, para pemandu wisata akan bekerja melayani konsumen yang datang langsung ke toko untuk berbelanja.

Satu orang pemandu wisata bekerja tiga kali dalam sebulan dengan penghasilan minimal Rp500.000 per sekali kedatangan.  

"Pandemi Covid-19 merupakan suatu momen untuk mempertahankan niat baik membantu orang yang lebih membutuhkan," tambah Mr. Joger.

Mr. Joger menjelaskan Covid-19 juga memunculkan banyak inovasi, seperti melahirkan banyaknya rangkaian kata-kata yang tertuang dalam kaos oleh-oleh khas Joger.

Adapun, dari segi penjualan pihaknya lebih mengandalkan pemasaran secara offline dibandingkan daring atau online

"Dari penelitian, konsumen lebih suka belanja langsung karena dianggap sebagai shopping therapy," jelasnya.  

Terkait rencana pembukaan pariwisata Bali pada pertengahan 2021, Mr. Joger mengaku tidak melakukan persiapan khusus atau memiliki berjalan lebih fleksibel.

Meski begitu, ia melihat tetap ada harapan besar. Perekonomian di Pulau Bali segera pulih, dan para pemandu wisata kembali bekerja secara normal. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pulau dewata Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top