Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunggu Keputusan Pusat untuk Wisman, Bali Siapkan Safe Travel Corridor

Skema pelayanan pariwisata yang mengedepankan protokol kesehatan atau safe travel corridor akan memperhatikan berbagai aspek dari kunjungan wisatawan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  16:05 WIB
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait rencana pembukaan pariwisata untuk wisatawan mancanegara.

Sembari menunggu keputusan itu, Pemprov Bali saat ini menyiapkan sejumlah skema yang memastikan kunjungan wisatawan nantinya tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengatakan skema pelayanan pariwisata yang mengedepankan protokol kesehatan akan disebut safe travel corridor. Nantinya, kunjungan wisatawan akan diperhatikan mulai dari kedatangan di bandara, fasilitas kesehatan, protokol kesehatan di hotel, transportasi, objek wisata, toko oleh-oleh, mal, dan pekerja pariwisata.

Saat ini pekerja pariwisata di Bali sudah mulai mendapatkan vaksin Covid-19. Program vaksinasi tahap pertama yang rencananya menyasar sekitar 5.000 pekerja pariwisata, transportasi publik dan mitra pengemudi Grab telah dilakukan dari Sabtu (27/2/2021) hingga lima hari ke depan.

Tanggal pasti dibukanya akses ke sektor pariwisata masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Namun, Bali mengharapkan dibukanya pariwisata untuk wisatawan mancanegara dapat segera dilakukan.

Apalagi, pada tahun ini, Bali menargetkan kunjungan 5.000 wisatawan mancenagara per hari lewat safe travel corridor. Sementara itu, untuk wisatawan domestik ditargetkan paling sedikit 50 persen dari rata-rata harian normal atau 400.000 per hari.

"Nah pastinya itu [kapan pariwisata untuk wisman dibuka] ada di tangan presiden, kita menunggu keputusan dari presiden, dan pihak-pihak terkait yakni menteri luar negeri, kementerian hukum dan ham, kementerian pariwisata, hingga pihak imigrasi," katanya kepada Bisnis, Senin (1/3/2021).

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uni menargetkan kedatangan wisatawan domestik yang telah menjalani vaksinasi dalam waktu 6 bulan ke depan. Kemenparekraf juga telah membuat kawasan green zone untuk pariwisata Bali. Empat daerah yang menjadi sasaran green zone yang nantinya bisa dikunjungi wisatawan seperti kawasan wisata Ubud, Sanur, Nusa Dua, dan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.

Terkait pelaksaaan free covid coridor bagi wisatawan mancanegara, Kemenparekraf baru menjajaki India. "Kawasan green zone ini menjadi kawasan aman dikunjungi bagi wisatawan yang juga nantinya kami siapkan untuk Free Covid Coridor," sebutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali pariwisata Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top