Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ITB Stikom Bali Kewalahan Layani Permintaan Sarjana IT

Tamatan teknologi informasi pada era pandemi sekarang menjadi primadona, karena keberadaanya dibutuhkan oleh setiap institusi. Khusus di Pulau Bali, ketika industri pariwisata mengalami goncangan akibat larangan turis wisman datang, sektor teknologi informasi justru berkembang.
Harian Noris Saputra
Harian Noris Saputra - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  16:35 WIB
Rektor ITB Stikom Bali Dr.Dadang Hermawan.
Rektor ITB Stikom Bali Dr.Dadang Hermawan.

Bisnis.com, DENPASAR — Institut Teknologi dan Bisnis atau ITB Stikom kewalahan melayani tingginya permintaan sarjana teknologi informasi dari berbagai institusi nasional di era pandemi Covid-19.

Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan mengatakan permintaan itu tidak hanya datang dari perusahaan besar, melainkan juga perorangan. “7.000 alumni kami tersebar diberbagai perusahaan, permintaan perusahaan ke Stikom Bali selalu ada, walaupun di masa Pandemi Covid-19, banyak sektor lain yang di PHK justru permintaan tenaga IT masih bertambah,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (15/2/2021).

Dia menyatakan tamatan teknologi informasi pada era pandemi sekarang menjadi primadona, karena keberadaanya dibutuhkan oleh setiap institusi. Khusus di Pulau Bali, ketika industri pariwisata mengalami goncangan akibat larangan turis wisman datang, sektor teknologi informasi justru berkembang dan dibutuhkan setiap pelaku usaha dan masyarakat. Kondisi itulah yang kemudian membuat permintaan tamatan TI sangat tinggi di daerah ini.

Tingginya minat perusahaan terhadap Alumni Stikom Bali menurut Dadang menggambarkan potensi Bali di Bidang Teknologi, bisnis digital sangat besar. Oleh sebab itu ITB Stikom Bali membuat terobosan dengan membuka Jurusan Strata 1 (S1) Bisnis Digital.

“Kami membuka Jurusan Bisnis Digital karena era sekarang era bisnis digital. Bali punya potensi luar biasa, dan terbukti setelah kami buka peminatnya luar biasa, sekarang berada pada rangking 2 prodi paling diminati,” beber Dadang.

Dadang melanjutkan jika potensi Bali menjadikan Binis IT sebagai alternatif untuk membangun kekuatan ekonomi baru sangatlah besar, karena secara kompetensi putra putri Bali memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan daerah lain, hanya yang membedakan dorongan motivasi untuk maju yang harus lebih didorong.

Visi berdirinya ITB Stikom Bali sejak 10 tahun lalu untuk meningkatkan daya saing Bali di bidang Teknologi Informasi, terutama di dalam dunia pendidikan TI. “Kami membuktikan Bali bisa, sehingga orang tidak hanya berpikir sekolah TI di Jawa saja. Di Bali juga ada ITB Stikom, kami memiliki Kampus dan juga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TI yang tersebar di Denpasar, Badung, Klungkung dan Singaraja,” tandasnya.

Dadang juga menambahkan jika perlunya pemerintah lebih memperhatikan kampus swasta yang jumlahnya mencapai 4.200 kampus di seluruh Indonesia dibandingkan dengan jumlah kampus negeri yang hanya berkisaran diangka 200. “Pendanaan antara kampus swasta dan negeri masih jauh dari segi jumlah, kami harap ke depannya pemerintah lebih memperhatikan, karena kampus swasta jauh lebih banyak di Indonesia,” pungkasnya.(K48)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali perguruan tinggi teknologi informasi
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top