Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masyarakat Tak Disiplin di Rumah, Bali Tambah Dua Hotel Isolasi Terpusat Covid-19

Gubernur Bali mengeluarkan larangan untuk pelaksanaan isolasi mandiri sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 d idalam keluarga.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  12:02 WIB
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.\r\n
Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). Pengelola Bandara Ngurah Rai Bali mulai Jumat (18/12) menyediakan layanan Rapid Test Antigen setelah sebelumnya telah menyediakan layanan Rapid Test Antibodi yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf - hp.\\r\\n

Bisnis.com, DENPASAR -  Pemerintah Provinsi Bali menambah 2 hotel yang berada di kawasan Kuta untuk tempat isolasi terpusat pasein Covid-19 sebagai upaya menekan penyebaran virus pada klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan pada Senin, (18/1) Gubernur Bali mengeluarkan larangan untuk pelaksanaan isolasi mandiri sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 d idalam keluarga.

Menurutnya, hal tersebut juga telah diungkapkan kepada Satgas di seluruh kabupaten/kota agar melarang adanya isolasi mandiri, dan menyiapkan hotel serta tenaga kesehatan untuk berjaga di daerah masing-masing.

"Sudah ada larangan isolasi mandiri ini, kami juga telah minta Satgas di Kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan," tuturnya, Jumat (22/1/2021).

Larangan ini, sambung Suarjaya, dikeluarkan karena dinilai masyarakat positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri masih banyak yang belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Alhasil, penularan malah terjadi hingga pada pihak keluarga lain dengan jumlah yang lebih banyak.

"Sudah ditemukan kasus tidak disiplin saat isolasi mandiri, sehingga banyak yang tertular dengan mayoritas klaster keluarga di Kota Denpasar," tambahnya.

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa pasien Covid-19 dengan gejala ringan misalnya demam, atau batuk akan diisolasi secara terpusat di hotel yang telah disiapkan oleh Pemprov Bali. Sedangkan bagi yang memiliki gejala sedang hingga berat akan dirawat di rumah sakit.

Pemerintah Bali terus menghimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, seperti menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta memakai masker. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top