Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Anggarkan Rp316 Miliar untuk Normalisasi Tukad Unda

Pemerintah Provinsi Bali melakukan normalisasi Tukad Unda di Kabupaten Klungkung sebagai salah satu pusat penunjang Kawasan Budaya di Pulau Dewata.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  15:07 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pada Normalisasi Tukad Unda Klungkung
Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pada Normalisasi Tukad Unda Klungkung

Bisnis.com, DENPASAR-- Pemerintah Provinsi Bali melakukan normalisasi Tukad Unda di Kabupaten Klungkung sebagai salah satu pusat penunjang Kawasan Budaya di Pulau Dewata.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan normalisasi ini akan membentuk aliran Tukad Unda dengan lebar 70 meter, panjang total 2.250 meter, dan kedalaman aliran 6 meter hasilnya akan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan publik, olahraga air, sekaligus taman rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan.

"Pekerjaan ini bertujuan untuk melakukan perlindungan wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai Yeh Sah dan Daerah Aliran Sungai Tukad Unda yang akan menurunkan risiko bencana pada wilayah Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung," tuturnya, dikutip Rabu (2/12/2020).

Rangkaian bangunan hidrolis ini, sambungnya, juga dimaksudkan sebagai fasilitas penahan debris dan aliran lahar dingin pada hulu DAS Tukad Unda. Pada DAS Tukad Unda sendiri dilakukan Pekerjaan Perkuatan Tebing, Tanggul Penampang Tunggal, dan Tanggul Penampang Ganda, Groundsill, dan Jetty Pencegah Sedimentasi Muara.

Salah satu bagian dari mega proyek di Pulau ini telah dimulai pada Agustus 2020 dan akan rampung pada 2022. Dengan dana yang bersumber dari APBN 2020-2022 senilai Rp241,4 miliar untuk konstruksi, serta Pemprov Bali menyediakan anggaran ganti rugi tanah dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2020 senilai Rp74,7 miliar.

Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Maryadi Utama dalam laporannya mengatakan dengan melihat permasalahan yang ada di DAS Tukad Unda dan adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung, maka diperlukan sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda dengan rencana pekerjaan Pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah hingga Pembangunan Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty.

"Pelaksana konstruksi adalah PT. Nindya Karya dan PT. Bina Nusa Lestari, dan hingga akhir November ini Pekerjaan ini telah melibatkan 250 orang tenaga kerja dari anggota masyarakat di sekitar hulu sungai Yeh Sah " jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top