Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pacu Industri Kreatif, 150 Orang Ikuti Pelatihan Animasi di Bali

Pelaksanaan diklat ini juga diharapkan mengurangi dampak pengangguran yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 10 September 2020  |  21:06 WIB
Peserta Pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Industri.
Peserta Pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Industri.

Bisnis.com, DENPASAR — Balai Diklat Industri (BDI) Bali melakukan pelatihan animasi untuk 150 orang peserta yang diselenggarakan secara serentak dengan 6 BDI daerah lainnya di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan tujuan pelatihan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja ataupun berwirausaha dan menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing.

Menurutnya, untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM karena seiring dengan momentum bonus demografi yang sedang dinikmati hingga 2030.

“Pelaksanaan diklat ini juga diharapkan mengurangi dampak pengangguran yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 dimasa new normal," tuturnya, Kamis (10/9/2020).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita turut mengatakan pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif.

“SDM yang kompeten dan profesional akan menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi," ungkapnya.

Agus menyampaikan era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi SDM di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Untuk itu, diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini.

"Kami terus mengupayakan pengembangan SDM yang kompeten, karena SDM berperan penting dalam mendukung aktivitas industri agar bisa lebih produktif, inovatif dan kompetitif," jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, sambungnya, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian melalui menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 yakni berupa Pelatihan, Sertifikasi Kompetensi dan Penempatan Kerja sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam usaha untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM.

Dia menyampaikan, pelaksanaan pelatihan 3 in 1 dihadapkan pada masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana agar dapat tetap produktif untuk menjalankan aktivitas namun tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Lebih lanjut, dalam pelaksanaan diklat ini para perusahaan industri atau mitra industri telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) serta persyaratan lainnya yang sudah di tentukan.

Selain mempunyai izin dan persyaratan pelaksanaan diklat ini juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan baik di dalam pelaksanaan diklat maupun diluar diklat dan dipantau secara berkelanjutan hingga berakhirnya pelaksanaan pelatihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top