Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jerinx Kembali Berpolemik dengan Dokter Soal Niat Bertemu Pasien Covid-19

Dokter Indra Yovi yang sebelumnya meminta kepada orang yang tidak percaya dengan corona bisa masuk ruang isolasi tanpa alat pelindung diri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  16:12 WIB
Jerinx Kembali Berpolemik dengan Dokter Soal Niat Bertemu Pasien Covid-19
Jerinx, anggota grup band SID. - instagram
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Drummer Superman Is Dead Jerinx alias JRX kembali menghebohkan dunia maya. Kali ini, ia mengunggah foto dr Indra Yovi, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau di akuninstagramnya.

Dalam unggahan terbarunya di akun @jrxsid yang dipantau Antara dari Pekanbaru, Jumat (17/7/2020), pentolan grup band punk rock asal Bali itu menantang dr Yovi agar membiarkan dia masuk ruang isolasi tanpa alat pelindung diri. Tantangan itu menjawab pernyataan Indra Yovi yang sebelumnya meminta kepada orang yang tidak percaya dengan corona bisa masuk ruang isolasi tanpa alat pelindung diri.

“ADA YANG BISA KONEKSIKAN SAYA DENGAN YOVIE-19 INI?” tulis Jerinx.

“Saya sudah coba sejak berbulan-bulan lalu dan TIDAK ADA RS yg ijinkan saya ketemu pasien tanpa APD. Cek IG saya. Ada buktinya. Saya sudah siap mati demi ini. Apa MEREKA siap RAHASIA DAPURNYA kebongkar?” tulisnya lagi.

Dalam unggahannya itu, dia juga turut meminta kepada dokter Tirta, salah satu relawan Covid-19 yang kerap berseteru dengannya di dunia maya untuk meminta kontak Dr Yovie.

“Mas @dr.tirta ada kontaknya Yovi? Tolong balas DM ya. Suwun,” ujar JRX.

Sementara itu, Indra Yovi dikonfirmasi terpisah enggan berkomentar banyak terkait unggahan Jerinx. "Saya hanya mendoakan agar dia sehat, keluarganya sehat," kata Yovi.

Dikutip dari mediacenter.riau.go.id, dr Yovie pernah menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan virus corona atau Covid-19. Meskipun sudah banyak korban jiwa dan kasus positif yang terus bertambah setiap hari.

Ketidakpercayaan tersebut juga disebarluaskan melalui media sosial, dimana secara tidak langsung juga berpengaruh pada pendirian masyarakat dalam mewaspadai bahaya penularan Covid-19.

Terutama pada masyarakat yang selama ini tidak hanya dibebani masalah Covid-19 tapi juga pada ekonomi yang sangat sulit selama musibah Covid-19 terjadi.

Jika dilihat dari media sosial yang beredar, ada dua kubu terkait Covid-19 ini, yaitu kubu yang masih yakin dan percaya akan keberadaan virus tersebut dan kubu tidak yakin dan menyatakan Covid-19 ini adalah konspirasi untuk sebuah kepentingan.

Munculnya versi dua kubu ini, juga mendapat kritikan serius dari berbagai tenaga medis penanganan Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, mereka juga merasa kecewa karena sebagian mereka juga sudah menjadi korban dalam penanganan Covid-19 ini. Termasuk di Provinsi Riau yang sebelumnya juga sudah ada beberapa tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 tertular dari pasien positif yang mereka tangani.

"Bisa saja mereka yang tidak percaya itu karena mereka tidak merasakan. Tapi kalau ingin tau betul boleh masuk ke ruangan isolasi pasien positif tanpa menggunakan APD dan kita buktikan apa hasilnya," kata Indra Yovi.

Selain itu, ia juga menilai jika bagi mereka yang menyatakan tidak percaya Covid-19 belum tentu juga mereka bebas dari Covid-19 meskipun mereka terlihat sehat-sehat saja. Karena orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga tidak menunjukkan ada gejala sakit. Artinya, jangan sampai takabur dengan keberadaan Covid-19.

"Kita selama ini bisa melihat beberapa pasien positif Covid-19 terdiri dari orang tampa gejala (OTG). Jadi jangan terlalu yakin dan percaya diri bebas dari Covid-19," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top