Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Uang Jelang Ramadan di NTB Turun Signifikan Akibat Covid-19

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat Achris Sarwani mengatakan permintaan uang dari perbankan menjelang Ramadan 1441 Hijriah mengalami penurunan cukup signifikan sebagai dampak penyebaran wabah virus corona (Covid-19).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2020  |  17:51 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat Achris Sarwani mengatakan permintaan uang dari perbankan menjelang Ramadan 1441 Hijriah mengalami penurunan cukup signifikan sebagai dampak penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

“Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah penarikan uang tunai oleh perbankan di Bank Indonesia Provinsi NTB selama tujuh hari jelang Ramadan tercatat sebesar Rp60,5 miliar atau menurun 84,61 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp393,3 miliar,” katanya di Mataram, NTB, Sabtu (25/4/2020).

Sejalan dengan hal tersebut, kata dia, jumlah net uang masuk dikurangi uang keluar kepada atau dari Bank Indonesia oleh perbankan (net inflow) sepanjang kuartal I/2020 tercatat sebesar Rp2,1 triliun.

Menurut dia, uang masuk ke Bank Indonesia Provinsi NTB sebesar Rp3,3 triliun dan uang keluar sebesar Rp1,2 triliun. Selisih tersebut meningkat 37,03 persen dibandingkan net inflow pada kuartal I/2019 yang tercatat sebesar Rp1,5 triliun.

Achris mengatakan penurunan permintaan jumlah uang oleh perbankan mengindikasikan penurunan transaksi oleh masyarakat serta menurunnya realisasi belanja pemerintah sebagai dampak dari adanya pembatasan aktivitas oleh masyarakat dalam rangka pelaksanaan protokol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah.

“Kondisi di atas juga sejalan dengan penurunan yang terjadi pada transaksi SKNBI, di mana total transaksi melalui SKNBI selama triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp3,2 triliun atau melambat sebesar 6,95 persen dibandingkan kuartal I/2019 sebesar Rp3,5 triliun,” ujarnya.

Meskipun dalam kondisi wabah Covid-19, Achris mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir melakukan transaksi dengan penggunaan transaksi nontunai baik melalui internet banking, mobile banking, maupun QRIS.

Dengan menerapkan transaksi nontunai, maka masyarakat secara langsung menerapkan protokol Covid-19, yaitu pembatasan sosial karena terjaganya jarak antara pembeli dan penjual (tidak terjadi kontak fisik).

“Apalagi jumlah merchant QRIS yang terdaftar di NTB, terus mengalami peningkatan. Hingga 10 April 2020, tercatat sebanyak 33.097 merchant. Semakin banyaknya fasilitas penawaran belanja daring oleh berbagai merchant,” ucap Achris.

Dia menambahkan, penarikan uang selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2020 oleh perbankan diperkirakan juga akan menurun seiring dengan semakin ketatnya pemberlakuan pembatasan aktivitas serta larangan mudik oleh pemerintah.

Namun demikian, Bank Indonesia tetap menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan uang oleh masyarakat dan perbankan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2020, dengan penyediaan stok uang tunai sebesar Rp3,1 triliun di NTB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 bank indonesia

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top