Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peredaran Uang Tunai saat Lebaran di Bali Diperkirakan Turun 30 Persen

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memproyeksikan permintaan uang tunai selama periode Lebaran 2020 akan turun senilai 30 persen menjadi Rp3 triliun dari periode sama tahun lalu senilai Rp4 triliun.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 24 April 2020  |  16:22 WIB
Warga menukarkan uang baru pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Mataram, NTB, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi
Warga menukarkan uang baru pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Mataram, NTB, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memproyeksikan permintaan uang tunai selama periode Lebaran 2020 akan turun senilai 30 persen menjadi Rp3 triliun dari periode sama tahun lalu senilai Rp4 triliun.

Kepala Divisi SP PUR Layanan dan Administrasi KPwBI Bali Agus Sistyo Widjajati mengatakan penurunan itu dikarenakan adanya dampak ekonomi dari Covid-19. Selain itu BI juga mengurangi peredaran uang tunai sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, juga untuk mendukung imbauan dari pemerintah agar tetap di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain.

"Saat ini peredaran uang dipengaruhi juga turunnya kegiatan ekonomi karena dampak dari Covid-19," katanya melalui Webinar Cegah COVID-19 dengan transaksi non tunai, Jumat (24/4/2020).

Dia menjelaskan, meskipun saat ini harga-harga tidak ada kenaikan tapi berdampak terhadap jumlah permintaan. Efeknya adalah pendapatan masyarakat menurun, sehingga banyak mengalami shifting kerja, dari biasa tiga orang karyawan sekarag menjadi dua orang.

"Itu dampak ekonomi yang dirasakan," imbuhnya.

Karena besarnya potensi uang tunai sebagai penyebar Covid-19, BI Bali mendorong masyarakat menggunakan transaksi non tunai seperti Quick Response Code (QRIS). Kepala KPwBI Bali Trisno Nugroho menuturkan sejak diterapakan QRIS di Pulau Dewata pada awal Januari 2020, peningkatannya mencapai 217 persen dengan 80.171 merchant QRIS.

Dari jumlah tersebut, Kota Denpasar paling dominan dalam penggunaan QRIS yakni sebanyak 21.201 merchant atau 51 persen dan disusul oleh Kabupaten Badung sebanyak 21 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali lebaran uang beredar covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top