Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Bali Bersiap Hidupkan Kembali Industri Pariwisata Setelah Wabah COVID-19 Berakhir

Bagaimanapun pandemic COVID-19 ini telah menjadi masalah global bagi industri pariwisata, tak hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi wisata di negara lainnya
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 12 April 2020  |  22:40 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA – Merebaknya pandemi corona virus (COVID-19) telah memukul industri pariwisata. Salah satu provinsi yang paling telak terkena dampak dari ambruknya industri pariwisata adalah Bali, mengingat pariwisata merupakan roda penggerak ekonomi utama di wilayah itu.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan dalam kondisi saat ini, pihaknya terus bebenah untuk mempersiapkan diri pasca berakhirnya pandemi corona dengan melakukan berbagai langkah preventif.

Sebab, bagaimanapun pandemi COVID-19 ini telah menjadi masalah global bagi industri pariwisata, tak hanya Bali tetapi juga berbagai destinasi wisata di negara lainnya. Setelah pandemi ini berakhir, setiap Negara akan berebut untuk menggaet kembali wisatawan untuk datang ke destinasi wisatanya masing-masing.

“Bali juga bersiap-siap dari sekarang. Bukan kami mengabaikan yang lain, tapi kami juga memikirkan andaikata coronavirus ini berakhir, karena negara-negara lain juga sudah siap dan memikirkan hal itu,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (12/4/2020).

Namun, saat ini Bali juga tengah menghadapi tantangan dengan kepulangan para imigran yang jumlahnya cukup banyak yakni sekitar 14.000. Saat ini sudah 7.000 yang masuk ke Bali dan masih ada 7.000 orang lagi yang bersiap untuk pulang ke Bali.

“Sebenarnya kalau mereka pulang dari cruise sudah punya sertifikat sehat. Tapi karena mereka tidak langsung ke Bali mungkin ke negara lain ganti pesawat dan lain sebagainya, ada tempat-tempat potensial mereka tertular virus corona,” tuturnya.

Hal yang dikhawatirkan adalah saat pulang ke Bali, para imigran tersebut dapat menularkan anak keluarga. Apalagi saat ini sudah ada yang positif, ada pula yang dalam pemantauan. Untuk itu pihaknya cukup ketat melakukan pemeriksaan di bandara, termasuk memperbanyak penyediaan hand sanitizer.

Untuk membantu penyediaan hand sanitizer di sejumlah titik, PT Victoria Care Indonesia, pemilik brand Herborist mendonasikan sebanyak  250 jerigen atau 1.250 liter hand sanitizer kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Sumardi Widjaja, COO PT Victoria Care Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah berkomitmen membantu menyediakan hand sanitizer dengan memanfaatkan kapasitas mesin dan saluran distribusi yang mereka miliki.

“Kami akan terus melakukan Aksi Cegah Corona ke wilayah-wilayah yang memang sangat memerlukan produk Hand Sanitizer. Setelah memberikan donasi untuk RSPAD Gatot Subroto dan Pemprov Jateng, saat ini kami juga menyalurkannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” tuturnya.

Pendistribusian produk Herborist Hand Sanitizer dalam waktu singkat sudah hampir menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dalam kondisi perekonomian yang saat ini juga terdampak oleh bencana (non alam) ini,  pihaknya menjual produk hand sanitizer kepada masyarakat dengan harga normal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bali
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top