Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Melandai, Tekanan Inflasi Bali pada Maret 2020 di Atas Angka Nasional

Tekanan inflasi Provinsi Bali pada Maret 2020 melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Namun tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional yakni 0,10 persen (mtm) dan secara tahunan inflasi Bali senilai 3,04 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Nasional yakni 2,96 persen (yoy).
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 02 April 2020  |  13:43 WIB
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Tekanan inflasi Provinsi Bali pada Maret 2020 melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Namun tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Nasional yakni 0,10 persen (mtm) dan secara tahunan inflasi Bali senilai 3,04 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan Nasional yakni 2,96 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan pada Maret 2020, Bali mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (month to mont mtm), melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (mtm).

Komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi Maret 2020 terutama adalah canang sari (0,09 persen), emas perhiasan (0,05 persen), mangga (0,03 persen), telur ayam ras (0,03 persen) dan kue kering berminyak (0,02 persen).

"Dengan demikian, inflasi Bali pada Maret 2020 masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3,0 persen ±1 persen (yoy)," kata Trisno, Kamis (02/04/2020).

Lebih lanjut, inflasi tersebut merupakan kombinasi inflasi pada dua kota sampel IHK yaitu kota Denpasar yang tercatat sebesar 0,11% (mtm) dan kota Singaraja dengan inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Sementara itu, melandainya inflasi di Pulau Dewata disebabkan oleh tekanan inflasi yang bersumber dari penurunan harga tanaman hortikultura dan harga angkutan udara.

"Penurunan harga tanaman hortikultura tercermin dari turunnya harga bawang putih dan cabai," imbuhnya

Dia menuturkan kondisi ini terjadi sebagai hasil dari telah tibanya kiriman bawang putih dari Tiongkok dan India, sedangkan pasokan cabai terpantau masuk dari provinsi tetangga NTB dan dari Jawa Timur.

Sedangkan, turunnya harga angkutan udara disebabkan oleh penurunan harga tiket sebagai hasil dari koordinasi antara pemerintah dan industri penerbangan dengan penurunan harga tiket sampai dengan 50 persen.

"Program ini diadakan dalam rangka menggalakkan pariwisata khususnya bagi wisatawan domestik untuk mengkompensasi turunnya arus wisatawan mancanegara," ungkapnya.

Namun, menurut Trisno, sebelum program ini berjalan secara efektif, perkembangan dunia pariwisata dan penerbangan terkendala karena penyebaran Covid-19 ke Indonesia meluas.

Di sisi lain, Trisno mengatakan dengan perkiraan akan tibanya pasokan gula pasir ke dalam negeri, termasuk ke Bali, tekanan harga bahan-bahan pokok diperkirakan akan menurun.

"Sehingga penurunan tersebut akan menjadi lebih besar seiring dengan perkiraan rendahnya permintaan akibat penurunan kedatangan wisman ke Bali," tegasnya.

Dengan demikian, sambungnya, maka harga bahan-bahan pokok dirperkirakan akan tetap rendah dan terkendali. Meskipun wabah Covid-19 yang menuntut adanya pembatasan sosial yang berkonsekuensi terhadap perlambatan beberapa kegiatan produksi dan distribusi, mengharuskan kita
untuk lebih waspada terhadap tekanan inflasi kedepan.

"Dalam upaya menjamin ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok, Bank Indonesia senantiasa mendorong Pemerintah Daerah untuk melakukan kerjasama antar daerah," tutup Trisno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Inflasi
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top