Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operasional Pasar Buleleng Dibatasi

Los-los yang ada di pasar juga sudah sering dibersihkan. Pembeli dan penjual diimbau untuk saling mengerti untuk melakukan PHBS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  10:44 WIB
Pemantauan harga pada sebuah pasar di Kabupaten Buleleng, Bali. - Antara/Humas Pemkab Buleleng
Pemantauan harga pada sebuah pasar di Kabupaten Buleleng, Bali. - Antara/Humas Pemkab Buleleng

Bisnis.com, SINGARAJA - Jam operasional pasar rakyat atau pasar tradisional di bawah kendali Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng dibatasi, namun harga-harga barang tetap stabil atau tidak ada kenaikan harga.

"Jam operasional pasar dibatasi sejak Minggu (29/3)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Ekbang Setda Buleleng Kadek Agus Hartika selaku anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Singaraja, Senin (30/3/2020).

Untuk itu, pihaknya bersama tim yang terdiri dari Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar melakukan pemantauan harga terkait pembatasan jam operasional pasar tradisional di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar.

"Dipilihnya Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri karena kedua pasar itu merupakan sampel penghitungan inflasi di Kabupaten Buleleng. Kondisi terkini mengacu kepada harga hasil survei setiap harinya oleh PD Pasar," katanya.

Data survei per hari bisa diakses di website PD Pasar Kabupaten Buleleng. "Sebelum adanya pembatasan jam operasional dilakukan survei mulai jam 08.00 pagi. Namun, saat ini ada pembatasan dimulai pukul 10.00 pagi," jelasnya.

Untuk itu, data per 27 Maret 2020 dijadikan sebagai acuan. Berdasarkan data tersebut, TPID melakukan pemeriksaan ke lapangan. Beberapa sampel pun di survei.

"Terlihat dari hasil pemeriksaan, ada beberapa kenaikan. Utamanya komoditas bawang merah, sedangkan komoditas lainnya masih dalam harga normal. Survei terakhir menunjukkan harga bawang merah Rp30 ribu per kilogram, namun saat ini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram," katanya.

Menurut dia, hal itu terjadi kemungkinan karena stoknya belum lancar. “Kita akan pantau lagi. Mudah-mudahan hanya karena distribusi saja, bukan karena tidak ada stok. Untuk yang lain, harganya masih normal," ujar Agus Hartika.

Mengenai pembatasan jam operasional, Direktur Operasional PD Pasar, Drs. Putu Dana Harta menyebut PD Pasar sudah melakukan berbagai upaya untuk menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pasar.

"Ini perlu dilakukan guna menghadapi wabah yang sedang melanda. Los-los yang ada di pasar juga sudah sering dibersihkan. Pembeli dan penjual diimbau untuk saling mengerti untuk melakukan PHBS. Pembeli diharapkan tidak mengajak anak kecil ketika ke pasar. Untuk menjaga kesehatan di tengah wabah Covid-19 yang terjadi," katanya.

Ia menambahkan, berbagai pihak juga selalu mendukung PD Pasar dalam menerapkan PHBS di lingkungan pasar. Salah satunya adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI menyumbangkan wastafel di lima pasar. Lima pasar tersebut adalah Pasar Anyar, Pasar Banyuasri, Pasar Seririt, Pasar Banjar, dan Pasar Kampung Tinggi.

"Wastafel tersebut telah selesai dipasang. Jadi, imbauannya setiap orang yang datang ke pasar harus mencuci tangan dulu. Begitu pula pada saat kembali ke rumah juga mencuci tangan. Itulah upaya pemerintah bekerja sama dengan semua pihak agar Covid-19 ini cepat menghilang," kata Dana Harta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali Inflasi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top