Turis China Anjlok, Bali Genjot Direct Flight dari Eropa, AS, India, Jepang

Menutupi banyaknya pembatalan wisman China ke Bali, Pemerintah Provinsi Bali kini tengah memperjuangkan penambahan Direct Flight dari negara-negara Eropa, India, Amerika Serikat, dan Jepang.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  16:59 WIB
Turis China Anjlok, Bali Genjot Direct Flight dari Eropa, AS, India, Jepang
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Alat pemindai suhu tubuh tersebut dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, China. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR - Menutupi banyaknya pembatalan wisman China ke Bali, Pemerintah Provinsi Bali kini tengah memperjuangkan penambahan Direct Flight dari negara-negara Eropa, India, Amerika Serikat, dan Jepang.

Kadis Pariwisata Bali Putu Astawa kepada Bisnis mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri sewaktu rapat di Jakarta beberapa waktu lalu yang khusus membahas tentang dampak virus Corona ini.

"Penerbangan ke China ditutup sementara, nah ada slot di Bandara Ngurah Rai, di lain sisi ada turis juga yang tidak bisa ke China, entah dari Eropa, Australia, India, Jepang, artinya bisa kita tambah slot itu, baik kepada yang baru maupun yang lama, ditambah lagi. Terutama yang baru-baru seperti India, itu potensi kita," kata Astawa, Jumat (21/2/2020).

Logikanya, lanjut dia, wisman yang mau ke Tiongkok pastinya tidak berani ke sana, sementara potensinya 30 juta pertahun. Jika dibagi 12 sekitar segitu turis yang ke China.

Dia menekankan, mereka yang tidak mungkin lagi ke China, mungkin saja digaet ke Bali. Salah satu caranya, ungkap dia, ialah memperjuangkan direct flight dari negara yang berpotensi.

"Pak Menteri sedang mendalami penambahan flight. Karena negara-negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia yang memiliki banyak kunjungan itu karena flight-nya banyak menuju ke situ. Jadi kita mau ada penambahan direct flight juga langsung ke Bali begitu," ungkapnya.

Mudah-mudahan kata dia, melalui rapat kemarin, ada kebijakan terbaik. "Apalagi masalah airline kan memang dari pusat kebijakannya," katanya.

Astawa menyebut bahwa dalam paparan Menteri sudah dijelaskan bahwa slot wisman Tiongkok yang selama ini tertunda itu bisa dialihkan untuk slot wisman dari negara lain.

Selain itu, timnya juga sudah menge-share beberapa rilis ke negara-negara pusat wisman, seperti Australia perihal keamanan Bali sebagai kunjungan wisata.

Disinggung berapa banyak dan kapan realisasinya, dia mengaku masih menunggu kebijakan pusat.

"Minggu depan ini mudah-mudahan sudah turun kebijakan dari Pak Presiden. Pak Menteri juga katanya masih mendalami dengan Menteri Keuangan. Selain India, ada Eropa, Amerika, Australia, juga Jepang. Apalagi Jepang itu belum ada direct flight ke Bali," akunya.

Dia membeberkan, pembatalan penundaan penerbangan ke Bali karena dampak virus Corona oleh wisawatan China, kini mencapai 25.000 orang.

Ketua Bali Liang Devisi Mandarin ASITA, Elsye Deliana menanggapi positif perihal upaya kebijakan tersebut.

Dia juga berharap kebijakan itu harus segera direalisasi agar kembali menggairahkan pariwisata Bali.

"Harus segera direalisasikan, harus segera dong. Itu bagus, karena sekarang kan turis Tiongkok belum datang ke Bali, jadi kalau market yang lain bisa datang kan itu menghidupi pariwisata Bali lagi. Itu sangat bagus. Saya pikir pengaruhnya ke depan sangat baik untuk pariwisata dan ekonomi Bali," harapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata bali, Virus Corona

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top