Perbankan Hadapi Empat Tantangan Utama

Dunia perbankan menghadapi disrupsi teknologi, kontraksi sosiologi, digitalisasi dan guncangan regulasi.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  20:45 WIB
Perbankan Hadapi Empat Tantangan Utama
Acara kumpas tuntas buku Bank 4.0. - Ist

Bisnis.com, DENPASAR — Dunia perbankan menghadapi disrupsi teknologi, kontraksi sosiologi, digitalisasi dan guncangan regulasi.

Pendiri dan CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) Bari Arijono mengatakan untuk mengatasi hal tersebut penerapan teknologi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam menghadapi era 4.0.

"Saat ini perbankan sedang mengalami disrupsi teknologi, dimana bank harus dapat membedakan era mobile banking, transfer banking dan sekarang telah memasuki era digital banking," tuturnya dalam acara Kumpas Tuntas Bank 4.0, bertempat di Graha Sahwahita gedung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (12/2/2020).

Menurut pria kelahiran Magetan ini, era digital banking akan mempermudah transaksi dunia perbankan. Orang-orang tidak perlu melakukan transaksi dalam jumlah besar melalui bank, semua bisa dilakukan secara online tanpa harus pergi ke bank.

Selain disrupsi teknologi, bank juga mengalami kontraksi sosiologi, di mana pengguna teknologi digital nantinya harus menyesuaikan dengan keadaan sosial masyarakat setempat.

Dia mencontohkan daerah Bali sangat kental dengan budaya dan adatnya, sehingga digital banking menggunakan bahasa daerah Bali tanpa melalui proses administrasi yang rumit.

Harus adanya definisi ulang organisasi bank, perbaikan pelayanan dan melakukan rekonstruksi organisasi yang baru. Sementara di sisi lain, guncangan regulasi masih menjadi tantangan besar untuk dunia perbankan di Indonesia.

"Tantangan ini kami sebut sebagai GOLD, yakni Gojek Ovo, LinkAja dan data," ujarnya.

Untuk menjawab semua tantangan tersebut, Bari menegaskan perlu adanya sebuah sistem seperti digital perbankan yang akan mempermudah pekerjaan dalam dunia banking.

Ditemui di tempat yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengajak seluruh perwakilan Bank di Bali untuk mulai mengembangkan digital perbankan, sehingga semua bank memiliki sistem yang sama dalam menjalankan kerjanya.

"Hal ini perlu dilakukan, sehingga antar bank dan nasabah memiliki data yang bisa diakses dengan mudah," tuturnya.

Untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga penting untuk menerapkan sistem digital ini, selain untuk mempermudahkan nasabah dan mencatat transaksi, juga untuk memperkenalkan perbankan kepada masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top