Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Operator di Tanjung Benoa Tutup Akibat Sepi Wisatawan

Selain wisatawan China, beberapa waktu terakhir kunjungan wisatawan dari negara-negara lain juga terlihat mengalami penurunan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  16:52 WIB
Pekerja operator wahana permainan air menunggu wisatawan di dekat perahu wisata yang terparkir di kawasan objek wisata Tanjung Benoa, Badung, Bali, Senin (10/2/2020). Menurut Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung, terjadi penurunan wisatawan hingga sekitar 60 persen ke kawasan wisata yang merupakan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asal China tersebut akibat dampak dari penyebaran virus Corona. - Antara/Fikri Yusuf
Pekerja operator wahana permainan air menunggu wisatawan di dekat perahu wisata yang terparkir di kawasan objek wisata Tanjung Benoa, Badung, Bali, Senin (10/2/2020). Menurut Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung, terjadi penurunan wisatawan hingga sekitar 60 persen ke kawasan wisata yang merupakan salah satu destinasi favorit bagi wisatawan asal China tersebut akibat dampak dari penyebaran virus Corona. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, BADUNG - Dua operator penyedia wahana permainan air atau Watersport di kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya akibat sepinya wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut karena penyebaran virus corona baru.

"Dua operator yang tutup sementara itu memang bekerja sama dengan agen perjalanan China, mereka biasanya handle wisatawan asal China. Makanya, dengan tidak adanya wisatawan asal China karena virus corona ini mereka terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya," ujar Ketua Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung, Nyoman Wana Putra, di Mangupura, Selasa (12/2/2020).

Ia mengatakan, dari dua operator tersebut ada sekitar 100 orang karyawan operator permainan air yang dirumahkan sementara. Mereka terpaksa tidak dapat bekerja karena di operator wisata air yang tutup itu jarang mendapatkan tamu wisatawan dari negara selain China.

"Untuk operator lain juga sudah mulai terdampak dan mereka mengeluhkan sepinya pengunjung. Tapi mereka masih bisa buka sembari mempelajari informasi dan menanti perkembangan virus ini. Kalau wabah virus corona terus berlanjut, kemungkinan masih ada operator lain yang juga akan tutup lagi," katanya.

Ia mengatakan, sejak virus corona terus menyebar, terjadi penurunan yang cukup signifikan jumlah wisatawan yang berwisata di kawasan Tanjung Benoa. Hal itu semakin parah ketika pemerintah resmi menghentikan sementara operasional penerbangan dengan rute dari/ke China daratan sejak Rabu (5/2) lalu.

Menurut Nyoman Wana Putra, hal itu disebabkan karena selama ini negara China merupakan penyumbang wisatawan terbanyak ke kawasan Tanjung Benoa dengan beberapa grup besar wisatawan setiap harinya.

Selain wisatawan China, ia menjelaskan beberapa waktu terakhir kunjungan wisatawan dari negara-negara lain juga terlihat mengalami penurunan.

Hal tersebut diperkirakan terjadi akibat kekhawatiran wisatawan mancanegara dari negara lain terhadap penyebaran virus corona, meskipun hingga saat ini belum ada kasus virus corona yang tercatat terjadi di wilayah Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top