PHRI Minta Otoritas Ngurah Rai Lebih Berhati-hati

Pihak Otoritas Bandara harus lebih hati-hati dan rutin mengecek fasilitasnya di Bandara, termasuk bus penumpang.
Busrah Ardans
Busrah Ardans - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  18:57 WIB

Bisnis.com, DENPASAR — Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan pihak Otoritas Bandara harus lebih hati-hati dan rutin mengecek fasilitasnya di Bandara, termasuk bus penumpang.

"Iya kurang hati-hati, kendaraan yang sudah bagus fasilitasnya juga selalu diperhatikan jangan sampai miss," kata dia saat dihubungi Bisnis, Jumat (10/1/2020).

Apalagi, dalam kurun waktu 4 bulan, peristiwa kebakaran Apron Passengers Bus (APB) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terjadi sebanyak tiga kali.

Suryawijaya menambahkan, sebaiknya pertama, harus selidiki penyebab kebakaran itu. Apakah karena teknis atau human eror.

Apapun alasannya kata dia, kembali lagi sebagai otoritas harus selalu mengecek secara rutin fasilitas itu.

"Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kan? Orang kan kaget, ada apa, kalau diekspos bisa jadi berdampak pada kunjungan wisatawan," kata dia lagi.

Manajemen harus profesional dan detil termasuk transportasi yang ada di lingkungan itu. Apalagi masih dimiliki oleh otoritas bandara. Bisa saja dilakukan peremajaan dan lainnya.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kantor pusat, untuk pembatasan batas usia kendaraan.

"Baru keluar edarannya. Minggu depan kita panggil semua ground handling dan akan kita berikan waktu toleransi transisi enam bulan," kata dia via WhatsApp.

Sementara masa berlaku sertifikat bus penumpang tersebut kata dia, setelah dicek masih sampai bulan Mei 2020 mendatang.

Dia mengungkapkan hingga kini investigasi sedang berlangsung, diikuti pembuatan Mandatory Occurrence Report (MOR) yang dilaksanakan AMC dan Bagian Safety PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Sebagaimana diketahui, satu unit bus penumpang apron atau APB di Bandara Internasional I Gusti Ngurah kembali mengepulkan asap putih dan terbakar pada bagian belakangnya, saat sedang menunggu penumpang.

Kejadian yang berlangsung pada pukul 12.40 Wita tersebut tidak sempat menyebabkan badan bus bernomor B205 terbakar sepenuhnya.

Berdasarkan foto yang Bisnis peroleh, bagian belakang bus yang dioperasikan PT Gapura Angkasa tersebut terlihat gosong bekas terbakar.

Kepala Humas dan Hukum Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan petugas langsung berusaha meredam kepulan asap yang dapat menyebabkan kobaran api pada pukul 12.45 Wita. Pada pukul 13.00 Wita bus dinyatakan tidak terdapat kobaran api.

“Langkah awal pengemudi bus sudah menggunakan APAR untuk langkah pencegahan,” jelasnya, Jumat (10/1/2020).

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena bus saat itu sedang kosong dan sedang menunggu giliran menjemput penumpang yang baru turun dari pesawat. Adapun penyebab munculnya asap hingga kini belum diketahui.

Arie menuturkan permasalahan ini dalam investigasi dan kini ditangani oleh Otoritas Bandara (Otban).

Peristiwa kepulan asap ini bukan yang pertama di bandara ini. Dalam tempo empat bulan, ini merupakan peristiwa serupa yang ketiga kali terjadi. Kejadian pertama terjadi pada September 2019 dan kedua, pada November 2019 serta Januari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, bandara ngurah rai

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top