Cegah Penyusupan Virus Demam Babi Afrika, Pelintasan Ternak dari Timor Leste Diperketat

Untuk mencegah masuknya virus demam babi Afrika dari Timor Leste, pemeriksaan pelintasan ternak diperketat. Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tengara Timur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  09:48 WIB
Cegah Penyusupan Virus Demam Babi Afrika, Pelintasan Ternak dari Timor Leste Diperketat
Ilustrasi-Infografis proses infeksi virus demam babi Afrika - www.wur.nl

Bisnis.com, KUPANG - Untuk mencegah masuknya virus demam babi Afrika dari Timor Leste, pemeriksaan pelintasan ternak diperketat. Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tengara Timur.

"Titik-titik wilayah perbatasan kami perketat agar pelintasan ternak babi diperiksa sampel darahnya," kata Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandez ketika dihubungi dari Kupang, Kamis (10/10/2019).

Raymundus mengemukakan hal itu terkait upaya pemerintah daerah di wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste untuk mencegah masuknya virus demam babi Afrika dari negara tetangga itu.

Menurut Raymundus hingga saat ini belum terdeksi adanya kasus serangan virus demam babi Afrika terhadap ternak milik warga setempat.

Raymundus memastikan pemerintahannya tetap berupaya melakukan antisipasi dini karena daerah setempat berbatasan langsung dengan Timor Leste.

"Karena itu di titik pelintasan seperti Wini, Napan, Haumeni Ana kami perketat pemeriksaan pelintasan ternak yang masuk dari Timor Leste," ujarnya.

Bupati Timor Tengah Utara dua periode itu mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa di wilayah perbatasan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelintasan ternak.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat telah mengeluarkan surat edaran meminta semua daerah waspada terhadap masuknya virus demam babi Afrika dari Timor Leste.

"Surat edaran tersebut juga untuk surveillance pengambilan sampel pada beberapa titik lokasi perbatasan, untuk memastikan virus tersebut belum menular ke wilayah NTT," kata Asisten II Setda NTT, Semuel Rebo.

Menurut Semuel sampai sekarang belum ada laporan mengenai kasus ternak yang terserang virus demam babi di provinsi berbasis kepulauan ini.

"Belum ada laporan kasus, tetapi perlu kewaspadaan karena wilayah kita berbatasan langsung dengan negara Timor Leste," kata Semuel.

Menurut Wikipedia, virus demam babi Afrika (African swine fever virus) adalah virus DNA double-stranded besar dalam keluarga Asfarviridae. Ini adalah agen penyebab demam babi Afrika. Virus ini menyebabkan demam berdarah dengan tingkat kematian tinggi pada babi domestik. Disebutkan bahwa beberapa isolat dapat menyebabkan kematian hewan secepat satu minggu setelah terinfeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
babi, virus demam babi Afrika

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top