Kembangkan Tujuh Desa Wisata, Ini Langkah NTT

Pemprov Nusa Tenggara Timur tahun ini mendorong pengembangan desa wisata di antaranya membantu pembangunan pondok wisata atau cottage di tujuh wilayah.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  16:30 WIB
Kembangkan Tujuh Desa Wisata, Ini Langkah NTT
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) menyalami Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kiri) disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah (kedua kanan) dan Gubenur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Senin (15/7/2019). Pada ratas tersebut presiden memprioritaskan pengembangan lima destinasi Bali baru dari total 10 destinasi yang akan dibangun. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, DENPASAR — Pemprov Nusa Tenggara Timur tahun ini mendorong pengembangan desa wisata di antaranya membantu pembangunan pondok wisata atau cottage di tujuh wilayah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa mengatakan pengembangan desa wisata dengan pendekatan kewilayahan ini mendapat dukungan dana provinsi untuk membangun tempat penginapan di tujuh destinasi.

“Pengembangan desa wisata ini untuk sementara menyasar Top 7 Pariwisata Estate dan ke depan akan dilanjutkan ke destinasi lainnya,” katanya ketika dihubungi, Rabu (24/7/2019).

Menurut Darmawa lokasi destinasi desa akan dibangun secara terpadu untuk meningkatkan kualitas atraksi, aksesbilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness.

Dukungan dana provinsi sebesar Rp1,4 miliar akan digunakan untuk membangun 3 pondok wisata atau cottage masing-masing dengan 4 kamar dan restoran di 7 desa wisata tersebut.

Desa wisata yang akan membangun cottage tersebut yakni, pertama, Desa Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki atraksi wisata alam Air Terjun Oehala yang bertingkat-tingkat. Selain itu ada Kilo 12 yang mempunyai lokasi pemandangan lembah yang indah.

Kedua, Kampung Adat Lamalera, Kabupaten Lembata yang memiliki keunikan sistem kekerabatan dan desa nelayan yang bertahan hingga kini. Atraksi wisata andalannya adalah perburuan paus yang sangat terkenal itu.

Ketiga, Mulut Seribu, di Kabupaten Rote Ndao yang memiliki objek wisata bahari yang menampilkan keindahan pemandangan alam gugusan pulau-pulau kecil. Selain menyaksikan panorama alam tempat ini sangat bagus untuk lokasi memancing, mendayung, snorkeling, dan diving.

Keempat, Pantai Liman yang terletak di Pulau Semau, di Kabupaten Kupang yang bisa ditempuh 30 menit perjalanan dengan perahu motor dari daratan Timor. Destinasi ini memiliki keindahan pantai alami dengan pasir putih bersih yang potnsial dikembangkan dengan berbagai atraksi wisata.

Kelima, Desa Kaonara, Kabupaten Ende yang menjadi salah satu desa penyangga Kawasan Taman Nasional Kelimutu dengan danau tiga warna. Desa ini juga memiliki panorama alam eksotik dan situs rumah adat unik.

Keenam, Desa Wolwal, Kabupaten Alor yang memiliki tiga potensi yakni gunung, laut, dan pantai yang memungkinkan dikembangkan menjadi wisata alam dan ekowisata yang memikat.

Ketujuh, Desa Praimadita, Kabupaten Sumba Timur yang sangat kental suasana adat istiadat dan memiliki bangunan unik yakni rumah adat beratap tinggi dan lancip serupa dengan menara yang banyak menyimpan benda-benda pusaka (Tanggu Merapu).

Selain itu, lanjut Darmawa, sejumlah desa di NTT juga mengembangkan desa wisata secara mandiri dengan menggunakan dana desa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nusa tenggara timur, DESA WISATA

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top