KM Nusa Kenari Tenggelam, Dua Meninggal, Lima Masih Hilang

Kasus tengelamnya KM Nusa Kenari milik pemerintah Kabupaten Alor akan diproses secara tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juni 2019  |  12:40 WIB
KM Nusa Kenari Tenggelam, Dua Meninggal, Lima Masih Hilang
Ilustrasi. - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, KUPANG - Kapolres Alor, Nusa Tenggara Timur, AKBP, Patar Silalahi, mengatakan, ada empat anak buah kapal (ABK) sedang dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Alor terkait kasus tenggelamnya Kapal Motor Nusa Kenari 02 yang menyebabkan dua penumpang meninggal dan lima orang masih hilang.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat ABK untuk mengungkap penyebab terjadinya peristiwa tenggelamnya KM Nusa Kenari 02 pada Sabtu (15/6) pukul 05.00 wita," kata AKBP Patar Silalahi ketika dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (16/6/2019).

Ia menjelaskan, empat ABK yang juga berhasil diselamatkan tim SAR telah diamankan di Polres Alor untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut Patar Silalahi, empat ABK yang sedang dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Alor yaitu Nakhoda Kapal Nusa Kenari 02, Piterson Plaituka (30) serta tiga anak buah kapal terdiri dari Yupiter Mukola (21), Nuku Malaikosa (22) dan Penitus Karplai (18).

Kepolisian kata dia, belum mengetahui penyebab terjadinya musibah tenggelamnya KM Nusa Kenari yang menyebabkan dua penumpang meninggal dan lima masih dinyatakan hilang karena masih dalam proses penyelidikan.

"Kami masih mengorek keterangan dari keempat ABK itu guna mengetahui secara persis penyebab terjadinya kecelakaan kapal itu," tegas Patar Silalahi.

Ia memastikan kasus tengelamnya KM Nusa Kenari milik pemerintah Kabupaten Alor akan diproses secara tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Kami proses kasus ini hingga tuntas dan disidangkan di PN. Siapapun yang ikut bertangungjawab dalam kasus ini kita proses secara hukum," tegas Patar Silalahi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal tenggelam

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top