Seniman Ukir di Bali Gunakan Pelapis Kayu Ramah Lingkungan

Perajin dan seniman ukir kayu di kawasan kerajinan Tegalalang, Gianyar, Bali menggunakan pelapis kayu ramah lingkungan.
Ema Sukarelawanto | 10 Mei 2019 15:12 WIB
Seniman ukir patung garuda Made Ada (kiri) memberikan penjelasan tentang filosofi patung Garuda Wisnu kepada COO Mowilex Indonesia Nico Safavi saat media workshop Mengukir Keindahan Seni Ukir Kayu Bali, di Gianyar, Jumat (10/5 - 2019).

Bisnis.com, GIANYAR—Perajin dan seniman ukir kayu di kawasan kerajinan Tegalalang, Gianyar, Bali menggunakan pelapis kayu ramah lingkungan.

Seniman ukir patung garuda Made Ada mengatakan sejak 2005 menggunakan cat pelapis kayu anti jamur, awet, dan sesuai dengan tuntutan konsumen terhadap produk ramah lingkungan.

“Jenis cat seperti ini lebih ekonomis dan membuat karya seni kami lebih awet, karena terlindungi dari berbagai jenis jamur,” katanya saat media workshop ‘Mengukir Keindahan Seni Ukir Kayu Bali’, Jumat (10/5/2019).

Menurut Made Ada yang menekuni ukir kayu sejak 1966 material kayu yang digunakan di antaranya jati, nangka, sonokeling, dan kenanga memerlukan pelapis baik warna maupun transparan untuk menambah keindahan karya.

Pada kesempatan itu Made Ada menjelaskan tentang seni ukir Bali yang memiliki nilai seni tinggi tersebut tak lepas dari filosofi dari adat, tradisi dan agama Hindu yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia berharap para seniman ukir kayu tetap mampu mengejawantahkan nilai budaya Bali tersebut, di samping menghasilkan karya yang bisa diterima pasar untuk kesejahteraan keluarganya. 

Kata dia mayoritas seniman ukir kayu adalah para suami, saudara, dan anak laki-laki dalam anggota keluarga yang menggantungkan matapencaharian dari seni kerajinan tersebut.

Para seniman ini pun diharapkan dapat menyinergikan nilai budaya, sejarah, dan ekonomi dalam setiap proses kekaryaan.   

COO Mowilex Indonesia Nico Safavi mengatakan memiliki 40 jenis produk cat berbahan dasar air dan pewarna ramah lingkungan yang aman untuk kesehatan yang telah tersertifikasi sejak 1980.

Ia pun bangga terhadap para seniman dan perajin ukir yang menggunakan produk ramah lingkungan tersebut sebagaimana pengguna lainnya yakni para pengembang, arsitek, maupun rumah tangga.

Untuk memberikan apresiasi kepada para seniman ukir, Mowilex memberikan kontribusi penerbitan buku ‘Balinese Woodcarving: A Heritage to Treasure’ yang menampilkan kiprah kekaryaan 35 seniman terpilih.

Buku ini akan diluncurkan oleh penerbit dari Italia pada 14-16 Juni 2019 di Bali.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, seniman

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup