Perajin Ukir Bali Tingkatkan Daya Saing, Ini Fasilitasi Bekraf

Perajin kriya kayu ukir didorong untuk mengikuti sertifikasi agar mampu bersaing dan ikut mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  16:55 WIB
Perajin Ukir Bali Tingkatkan Daya Saing, Ini Fasilitasi Bekraf
Ilustrasi Perajin

Bisnis.com, DENPASAR--Perajin kriya kayu ukir didorong untuk mengikuti sertifikasi agar mampu bersaing dan ikut mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif.

Deputi Fasilitasi HKl dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ari Juliano Gema mengatakan pemerintah memberikan fasilitas melalui kegiatan sertifikasi profesi perajin kriya kayu ukir.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bahwa sertifikat kompetensi sangat penting untuk meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya di selas-sela kegiatan sertifikasi profesi, Kamis (9/5/2019).

Menurut Ari saat ini Indonesia sedang memasuki era persaingan terutatama yang terdekat adalah bertarung di tingkat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). 

Kata dia dengan peningkatan kompetensi yang kian membaik ke depan ekonomi kreatif ini bisa jadi tulang punggung Indonesia. Sertifikasi, di antaranya, sangat bantu perajin untuk tingkatkan kepercayaan diri dan bisa bersaing dengan profesi lainnya.

Ia menyebut Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, sesuai dengan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Kegiatan fasilitasi sertifikasi profesi perajin kriya kayu ukir ini diikuti 100 perajin yang merupakan hasil seleksi LSP Kriya Kayu Ukir. Peserta kegiatan sertifikasi ini berasal dari Provinsi Bali dan sekitarnya. 

Fasilitasi sertifikasi profesi perajin kriya kayu ukir ini merupakan kerja sama antara Bekraf RI melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kriya Kayu Ukir untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif khususnya kerajinan kayu ukir. 

Kegiatan selama dua hari ini dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan menghadirkan narasumber di antaranya Sabartua Tampubolon (Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf Rl), Budi Triwinanta (Kepala Sub Direktorat Standardidasi dan Sertifikasi Bekraf RI).

Selain itu menghadirkan Tjokorda Gede Putra Nindia (Raja Agung Peliatan), AA Gede Yuniartha Putra (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali), dan Bernandus Arwin (Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kriya Kayu Ukir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, perajin, Bekraf

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top