Pengiriman Produk UMKM Bali Lewat Kargo Udara Diprediksi Turun Hingga 30%

Kenaikan tarif kargo di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali dikhawatirkan bakal menurunkan kuantitas pengiriman kargo produk kreatif buatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di provinsi itu.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  17:52 WIB
Pengiriman Produk UMKM Bali Lewat Kargo Udara Diprediksi Turun Hingga 30%
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, KUTA -- Kenaikan tarif kargo di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali dikhawatirkan bakal menurunkan kuantitas pengiriman kargo produk kreatif buatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di provinsi itu.

Ketua Umum Pengurus Daerah Induk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bali Anak Agung Ngurah Mahendra menilai akan ada penurunan presentase kuantitas pengiriman kargo produk kreatif di Pulau Dewata sebesar 20%-30% melalui Bandara Ngurah Rai jika tarif tidak diturunkan.

Menurutnya, kenaikan tarif membawa pengaruh cukup signifikan pada kuantitas produk kreatif yang dikirim ke wilayah Indonesia lainnya. Pelaku UMKM pun terpaksa beralih dengan memanfaatkan jalur laut maupun darat dalam pengiriman barang.

“Kebanyakan produk kami kirim ke Jakarta, perbandingannya sih 50% domestik dan 50% kami ekspor ke luar negeri,” ujar Mahendra kepada Bisnis, Rabu (20/3/2019).

Kepala Angkasa Pura Logistik Dewa Putu Sudarma mengakui memang telah terjadi penurunan pengriman kargo sebesar 4% dengan maskapai Garuda Indonesia. Penurunan terjadi sejak ada peningkatan tarif kargo.

“Tapi ini masih dari satu maskapai, kan masih ada maskapai lainnya yang tidak di bawah Angkasa Pura Logistik,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah pengiriman bagasi dan barang angkutan udara domestik pada Januari 2019 turun 17,54% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 5.915 ton. Penurunan terjadi pada sepuluh tujuan utama penerbangan domestik, dengan yang terdalam untuk tujuan Tambolaka, yang sebesar 38,26%.

Apabila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, secara umum terlihat kondisi yang berbeda, yaitu adanya peningkatan jumlah bagasi dan barang mencapai 17,82% pada Januari 2019. Peningkatan tertinggi terjadi untuk tujuan Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta), yang mencapai 45,88%.

Sementara itu, data Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai menyatakan pengiriman kargo pada Januari 2019 menyentuh 2.208 ton. Jumlah ini mengalami peningkatan hingga 117% pada Januari 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu,
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, kargo

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top