Polres Badung Bersih-Bersih Sampah di Pasar Beringkit

Aksi bersih-bersih sampah plastik di Pasar Hewan Bringkit dan seputaran subak Bringkit ini bertujuan untuk menekan penggunaan dan penyebaran sampah plastik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  14:12 WIB
Polres Badung Bersih-Bersih Sampah di Pasar Beringkit
Sejumlah anggota Polair Polda NTB mengangkat sampah dari laut saat aksi bersih pantai di Tanjung Karang, Mataram, NTB, Kamis (21/2/2019). Aksi bersih pantai tersebut diikuti oleh ratusan anggota Polda NTB, instansi terkait dan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019 yang jatuh pada hari ini (21/2/2019). - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, BADUNG – Polres Badung, Polda Bali, memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan membersihkan sampah-sampah plastik di Subak Beringkit dan Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kabupaten Badung, Kamis (21/2/2019).

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk membantu masyarakat mengurangi penggunaan dan penyebaran sampah plastik di lingkungan sekitar.

"Aksi bersih-bersih sampah plastik di Pasar Hewan Bringkit dan seputaran subak Bringkit ini bertujuan untuk menekan penggunaan dan penyebaran sampah plastik," ujar Yudith.

Kegiatan ini melibatkan 300 orang dari personel Polres Badung, Kodim Badung, karyawan PD Pasar Badung, SMK Pariwisata dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, ia mengharapkan Badung terbebas dari sampah plastik, khususnya yang ada di pasar setepat, sehingga banyak masyarakat yang datang melihat suasana bersih dari sampah plastik.

"Saya sangat berharap kepada seluruh komponen masyarakat agar bisa berperan aktif untuk melakukan gerakan kebersihan lingkungan khususnya sampah plastik, sehingga wilayah Badung bebas dari sampah plastik," ujarnya.

Setelah sampah plastik yang terkumpul di Pasar Hewan Bringkit dan Subak Bringkit, selanjutnya sampah diangkut menggunakan truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup menuju TPA Ia mengatakan, penggunaan plastik sebagai alat pembungkus barang sangat banyak, sehingga setiap tahun penggunaan tas dari plastik semakin meningkat.

Setelah plastik ini digunakan, biasa dibuang begitu saja oleh masyarakat atau pengguna plastik di sembarang tempat, sehingga berserakan dimana-mana. "Plastik ini banyak mengandung zat kimia dapat membahayakan lingkungan hidup karena sulit terurai," ujarnya.

Sebelumnya (20/2), Satintelkam Polres Badung, Polda Bali, melakukan terobosan inovatif melayani masyarakat dalam penerbitan SKCK dengan sistem "on the spot" atau sistem jemput bola.

Kasat Intelkam Polres Badung, AKP I Nyoman Sumantara, mengatakan pelayanan dengan sistem on the spot ini merupakan langkah maju dan mudah yang diterapkan oleh Kepolisian Polres Badung, namun kelengkapannya harus terpenuhi.

"Sekarang cukup mudah asal mengenal IT, cukup buka, link https://skck.polri.go.id dan lengkapi persyaratan, kami akan antar hasilnya tanpa di kenai biaya tambahan. Untuk form pendaftaran SKCK online bisa diunduh di link tersebut," ujar Kasat Intel Polres Badung.

Ia mengatakan, sistem on the spot ini sangat memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan SKCK yang banyak dipersyaratkan pada lowongan pekerjaan maupun keperluan lainnya dan hanya dikenakan biaya Rp30.000 sesuai dengan tarif pembayaran SKCK yang telah diatur dalam PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang peneriman negara bukan pajak di Lingkungan Pelayanan Polri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sampah

Sumber : Antara
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Terpopuler

Top