Kemendagri dan Rikolto Perpanjang Kerja Sama Optimalkan Pertanian Desa

Kementerian Dalam Negeri dan Rikolto di Indonesia kembali memperpanjang kerja sama dalam mengembangkan perekonomian desa melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pada bidang pertanian.
Ni Putu Eka Wiratmini | 14 Februari 2019 15:05 WIB
Gedung Kementerian Dalam Negeri - kemendagri.go.id

Bisnis.com, DENPASAR -- Kementerian Dalam Negeri dan Rikolto di Indonesia kembali memperpanjang kerja sama dalam mengembangkan perekonomian desa melalui peningkatan kapasitas kelembagaan pada bidang pertanian.

Rikolto adalah organisasi jaringan internasional yang berpusat di Belgia. Di Indonesia, Rikolto bekerja dengan petani kecil agar mereka berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan di desa sekaligus penyediaan pangan bagi populasi dunia yang terus tumbuh.

Kerja sama ini berlangsung di 28 kota dan kabupaten di 8 provinsi di Indonesia.

Program kerja sama ini melingkupi Provinsi Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Setjen Kemendagri Nelson Simanjuntak mengatakan kerja sama antarkeduanya telah berlangsung sejak lama. Berdasarkan capain selama ini, kerja sama keduanya kembali diperpanjang sampai 2020 ke depan. 

Kemendagri dan Rikolto pun menggelar rapat koordinasi di Denpasar hingga 15 Februari 2019 untuk memperkuat komitmen dan menyamakan persepsi tentang prioritas nasional dan daerah ke depannya.

Menurutnya, di delapan provinsi tersebut, Rikolto membantu pemerintah Indonesia dalam menyediakan dukungan teknis hingga pemasaran produk pertanian desa. Bahkan, kelembagaan desa di bidang pangan seperti koperasi juga akan didorong pembentukannya.

"Mereka fasilitasi pemerintahan desa dan pemberdayaan petani termasuk di dalamnya ada pertanian cokelat, rumput laut, dan lainnya, mereka memgembangkan pertanian di daerah tersebut berdasarkan ciri khas daerah," katanya, Kamis (14/2/2019).

Direktur Regional Rikolto di Indonesia Dominique Vanderhaeghen memerinci ada beberapa program yang telah dikerjakan dan cukup memperlihatkan hasil. Salah satunya produksi cokelat di Sulawesi Selatan yang kualitasnya cukup bersaing di pasar internasional. Beberapa pangsa pasar tujuan ekspor tersebut meliputi Eropa dan Australia. 

Dominique menjelaskan Rikolto di Indonesia berkomitmen membantu Pemerintah dalam mewujudkan desa yang sejahtera. Rikolto mengedepankan pendekatan inklusif dalam kegiatan dengan melibatkan desa dan juga petani sebagai aktor utama dalam pembangunan. 

"Produksi kakao yang kita bina rata-rata mengalami peningkatan hingga 15%, selain kita juga dorong petani untuk membuat koperasi dan pertanian campuran sehingga pendapatan mereka menjadi beragam," katanya.

Tag : bali, pertanian
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top