Layanan Imigrasi di Pelabuhan Benoa Bakal Secanggih Bandara

Terminal Penumpang di Pelabuhan Benoa rencananya akan memiliki layanan imigrasi sekelas Bandara Ngurah Rai dengan penambahan alat yang memadai untuk merealisasi terwujudnya wisata kapal pesiar.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  12:44 WIB
Layanan Imigrasi di Pelabuhan Benoa Bakal Secanggih Bandara
Wisatawan menikmati wahana permainan air di kawasan "watersport" Tanjung Benoa, Badung, Bali, Kamis (24/1/2019). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat khususnya nelayan dan pelaku aktifitas wisata bahari untuk mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang laut dengan tinggi mencapai lebih dari dua meter di Laut Bali, Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan perairan Selatan Bali. - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Terminal Penumpang di Pelabuhan Benoa rencananya akan memiliki layanan imigrasi sekelas Bandara Ngurah Rai dengan penambahan alat yang memadai untuk merealisasi terwujudnya wisata kapal pesiar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno mengatakan selama ini layanan keimigrasian di Pelabuhan Benoa masih dilakukan tradisional dengan alat yang kurang memadai. Sementara, dengan target makin banyaknya wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa, layanan keimigrasian akan ditingkatkan.

Sutrisno memerinci pada 2018 saja sudah ada sekitar 50.000 lebih wisatawan yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa. Jumlah ini kemungkinan akan meningkat seiring dengan rencana Pelabuhan Benoa yang mengembangkan wisata kapal pesiar yakni menjadi rumah bagi kapal pesiar dan tidak sekadar menerima transit seperti biasanya.

Adapun alat yang akan dipasang di Terminal Penumpang Pelabuhan Benoa seperti server, komputer, hingga counter khusus.

"Sekarang gedungnya lagi dibangun Mei sudah selesai, nanti akan ditempatkan kebutuhan peralatan, karena di sini [Pelabuhan Benoa] masih tradisional nanti akan seperti airport," katanya kepada Bisnis, Jumat (8/2/2019).

CEO Pelindo III Regional Bali Nusra I Wayan Eka Saputra mengatakan saat ini pengerjaan pengerukan kolam dan alur, perluasan terminal penumpang, beutifikasi pelabuhan hingga gate telah rampung 60% dan ditarget teralisasi pada Mei 2019.

Pelabuhan Benoa pun diharapkan menjadi percontohan di Indonesia dalam mengembangkan wisata kapal pesiar. Selama ini, banyak cruise menginginkan bersandar di Pelabuhan Benoa hanya saja fasilitas kerap kurang memadai.

Saat ini, pengerukan kolam dan alur dermaga timur telah rampung dari sebelumnya sedalam -9 low water spring (LWS) dengan lebar kolam 150 meter persegi menjadi -12 lws dengan lebar kolam 200 meter persegi. Hal tersebut telah memungkinkan kapal cruise ukuran 150.695 Gross Ton dengan panjang kapal 335 m dan penumpang mencapai 3.352 orang mampu bersandar di PelabuhanBenoa.

Jika pada 2018, Pelabuhan Benoa kedatangan hingga 60.000 wisatawan lewat kapal cruise. Pada 2019 ditarget junlahnya akan mencapai 100.000 wisatawan atau meningkat hingga 66% dibanding tahun lalu.

"Pengembangan tourism cruise harus berkenisambungan untuk mendukung pariwisata khususnya dari pintu pelabuhan laut yg semakin di minati oleh wisatawan tentunya dgn penyiapan yg sesuai dengan kebutuhan wisatawan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan benoa

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top