Badung Targetkan Wisman India Naik Dua Kali Lipat

Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung pada 2019 menargetkan kenaikan lebih dari dua kali lipat kunjungan wisatawan asal India ke destinasi ini.
Ema Sukarelawanto | 23 Januari 2019 17:14 WIB
Calon penumpang pesawat berada di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, MANGUPURA – Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Badung pada 2019 menargetkan kenaikan lebih dari dua kali lipat kunjungan wisatawan asal India ke destinasi ini.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabuaten Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan pada 2018 lalu sekitar 352 ribu wisatawan asal India melakukan perjalanan ke Bali dan tahun ini diharapkan meningkat menjadi 800 ribu orang.

“Kami optimistis mencapai target tersebut setelah melihat antusiasme travel agentsetempat saat kami melakukan sales mission ke Bangalore dan New Delhi, pada 16-19 Januari lalu,” katanya, Rabu (23/1/2019).

Menurut Suryawijaya potensi wisatawan India sangat besar mengingat 20%-30% dari jumlah penduduk yang mencapai 1,3 miliar atau sekitar 270 juta warganya merupakan kalangan menengah ke atas.

Selain itu, kemiripan budaya Bali dan India secara psikologis dapat memengaruhi pasar wisatawan dari negeri itu untuk berkunjung ke Bali.

Ia menyebut Bangalore dipilih untuk promosi karena memiliki potensi besar wisatawan meeting, insentive, conference, exhibition (MICE). Di kota terbesar ketiga di India, setelah New Delhi dan Mumbai, itu terdapat banyak perusahaan teknologi informasi, ekspatriat, dan wisatawan kelas atas.

Suryawijaya menambahkan kegiatan promosi di Ibukota India, New Delhi, melalui table top yang diikuti 19 industri pariwisata, perwakilan Garuda Indonesia, dan duta BPPD Badung untuk India.

Ia menambahkan acara yang dihadiri petinggi dari 60 biro perjalanan wisata setempat itu dibuka oleh Duta Besar RI untuk India Sidharto R Suryadipuro.

Wisatawan India di Bali tercatat memiliki kebiasaan untuk tinggal lama dengan rarta-rata lima hari hingga satu pekan baik di hotel berbintang maupun vila.

“Kebiasaan seperti ini sangat menguntungkan industri pariwisata di Badung karena akan meningkatkan okupansi hotel dan pembelanjaan yang cukup tinggi,” katanya.

Kendati demikian, tambahnya, masih terdapat kendala untuk mendatangkan wisatawan dari India, karena minimnya penerbangan langsung dari negara tersebut.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, wisatawan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup