Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kapal Tanker Karam di NTT Rusak Biota Laut

Kapal tanker Ocean Princess yang karam di perairan dekat pesisir Desa Aemoli, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), diketahui telah merusak bioata laut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Januari 2019  |  13:00 WIB
Kapal Tanker Karam di NTT Rusak Biota Laut
Ilustrasi. - Antara/Aswaddy Hamid
Bagikan

Bisnis.com, KUPANG – Kapal tanker Ocean Princess yang karam di perairan dekat pesisir Desa Aemoli, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), diketahui telah merusak bioata laut pada area Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan laut sekitarnya.

Hanya saja, tim masih menghitung berapa kerugian yang timbul akibat kerusakan bioata laut tersebut, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur (NTT) Ganef Wurgiyanto kepada Antara di Kupang, Jumat (4/1/2019), terkait hasil investigasi tim di lapangan.

"Tim sudah selesai melakukan investigasi di lapangan pada Kamis, (3/1) petang. Tim menemukan ada kerusakan bioata laut di wilayah Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, Alor dan menghitung kerugian," katanya.

Setelah tim melakukan penghitungan, pihaknya akan mengajukan kepada pemilik kapal tanker untuk membayar ganti rugi sesuai dengan ketentuan berlaku.

Mengenai kemungkinan dibawa ke pengadilan, dia mengatakan, pihaknya hanya menuntut ganti rugi tanpa ada proses hukum.

"Kami hanya bisa meminta ganti rugi. Tidak ada proses hukum karena peristiwa yang menyebabkan kerusakan bioata laut pada wilayah laut yang dilindungi masuk dalam kategori musibah," katanya menambahkan.

Kapal tanker Ocean Princess dilaporkan karam di pesisir kepulauan Alor, Kabupaten Alor, NTT, saat dalam pelayaran dari Dili, Timor Leste, menuju Singapura.

Kapal tersebut membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari Dili, Timor Leste, dengan tujuan Singapura. Kapal yang dinahkodai Kapten Ahira Sroyer itu disertai 18 anak buah kapal (ABK).

Kapal tersebut diketahui terdampar pada Jumat (28/12), tetapi baru dilakukan pemeriksaan pada Rabu (2/1) karena petugas dari Kupang baru tiba di Alor.

Kapal berbendera Cook Island (Kepulauan Cook) itu karam pada titik koordinat 0810`944" Lintang Selatan (LS), dan 12425`53T" Bujur Timur (BT) di wilayah perairan laut sekitar Desa Aemoli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kupang kapal karam

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top