Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konjen China di Denpasar Fasilitasi Kolaborasi Seniman Bali dan Tiongkok

Konsulat Jenderal China di Denpasar memfasilitasi kegiatan kolaborasi dan pameran bersama seniman Bali dan China di Sudakara ArtSpace Sanur, 19 Desember 2018 hingga 6 Februari 2019.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  23:51 WIB

Bisnis.com, DENPASAR — Konsulat Jenderal China di Denpasar memfasilitasi kegiatan kolaborasi dan pameran bersama seniman Bali dan China di Sudakara ArtSpace Sanur, 19 Desember 2018 hingga 6 Februari 2019.

Konsul Jenderal China di Denpasar Gou Haodong mengatakan pameran bersama seniman Bali dan Tiongkok merupakan suatu pengalaman interaksi kebudayaan yang sangat bagus.

“Pertukaran budaya diharapkan dapat memperdalam dan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan sehingga melahirkan persahabatan dan keakraban ke tingkat yang baru,” katanya saat hadir dalam kunjungan seniman di Kampus ISI Denpasar, Kamis (20/12/2018).

Menurut Gou kegiatan serupa juga akan diadakan pada 2019 mendatang dengan memboyong sejumlah seniman dari Bali ke China untuk menggelar pameran bersama.

Ia menyebut pertukaran kebudayaan antara Bali dan Tiongkok telah berlangsung ribuan tahun. Pura-pura di Bali, istana kerajaan dan bangunan rumah masyarakat di Bali masih menyimpan unsur-unsur khas Tiongkok.

Gou berharap dengan pertukaran seniman tersebut akan semakin meningkatkan pemahaman dan diharapkan melahirkan kemungkinan baru akulturasi budaya di masa mendatang.

Koordinator Komunitas Kertas Padi Made Kaek mengatakan menyambut baik inisiatif Konjen China sebagai momentum yang baik sebagai tongkat estafet interaksi sosial dan diplomasi budaya yang telah ratusan tahun dibina para pendahulu di Bali dan China.

Kata dia eksplorasi karya di atas kertas china tidak berhenti sampai di sana, tetapi akan terus dikembangkan kepada para seniman peminat medium baru,

“Selama ini kita terbiasa dengan memakai medium kanvas, kini tertantang mencoba tradisi melukis tradisional China tetapi dengan tetap mengusung gaya masing-masing seniman Bali,” katanya.

Seniman dari bali yang mengkuti pameran ini adalah Djaja Tjandra Kirana, Ketut Jaya ‘Kaprus’, Loka Suara, Made Dollar Astawa, Made Duatmika, Made Gunawan, Made Kaek, Made Somadita, Made Wiradana, Polenk Rediasa, Nyoman Sujana Kenyem, Putu Edy Asmara Asparanggi, Sutjipto Adi, dan Wayan Redika.

Sedangkan dua seniman asal China adalah Prof. Liu Fei dan Teng Shengsheng. Selama sepekan berada di Bali mereka mengadakan kunjungan ke sejumlah galeri, museum, studio pelukis, dan menggelar workshop serta diskusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran seni
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top