BPD Bali Targetkan Penyaluran KUR Rp1 Triliun Pada 2019

BPD Bali menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1 triliun pada 2019 setelah meraih penghargaan Penyalur KUR terbaik dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ni Putu Eka Wiratmini | 25 November 2018 13:55 WIB
BPD Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Bank Pembangunan Daerah Bali menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp1 triliun pada 2019 setelah meraih penghargaan Penyalur KUR terbaik dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

Plt Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan penghargaan ini telah memberikan motivasi untuk semakin menggencarkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada 2018, target penyaluran KUR adalah senilai Rp550 miliar.  Sejak awal tahun hingga minggu kedua November 2018, penyaluran KUR BPD Bali telah sebesar 98% dari target.

Kata dia, penghargaan ini mampu diraih karena BPD Bali gencar menyalurkan KUR pada sektor produksi yakni mencapai 40,71% dari total penyaluran atau senilai Rp219 miliar.

BPD Bali sendiri mengharapkan penyaluran KUR ke sektor produksi mampu mencapai 50%. Penyaluran KUR di sektor produksi dinilai sangat penting sebab melibatkan semua usaha dari hulu ke hilir.

Adapun penyaluran KUR sektor produksi tertinggi BPD Bali berada di Badung dengan nilai Rp15 miliar atau sebesar 55,25% dari total penyaluran.

Sementara, penyaluran KUR sektor produksi terendah berada di Singaraja yang senilai Rp13 miliar atau sebesar 22,30% dari total penyaluran.

“Usaha yang bergerak di sektor produksi itu kan bergerak dari hulu ke hilir, akan menghasilkan barang dan jasa, itu lah variable penilaiannya, jadi bukan sekedar besarnya volume KUR yang dialurkan,” katanya, Minggu (25/11/2018).

Kata dia, BPD Bali akan mengoptimalkan sinergi dengan instansi pemerintah terkait untuk mendapat data calon Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan data tersebut, verivikasi bank sebelum melakukan penyaluran KUR akan semakin mudah dilakukan.

Rencana Bisnis Bank (RBB) BPD Bali untuk penyaluran ke UMKM adalah sebesar 37%. Jumlah ini lebih tinggi dari RBB minimal yang sebesar 20%. Pada 2019 nanti, BPD Bali akan meningkatkan target RBB penyaluran ke UMKM menjadi 39%.

“Itu yang kita awalkan sejak awal tahun,” katanya.

BPD Bali juga menarget untuk mempertinggi penyaluran pembiayaan di sektor pariwisata pada 2019.

Walaupun, sejak tahun ini, pembiayaan sektor pariwisata sudah mulai dilakukan. Skema pembiayaan di sektor pariwisata ini pun sama dengan pembiayaan lainnya.

Penyaluran KUR BPD Bali terbagi atas sektor mikro dengan plafon maksimal Rp25 juta dan KUR ritel (kecil) dengan plafon Rp 26 juta-Rp 500 juta.

“Sasaran kami penunjang dan pelaku pariwisata seperti ticketing hingga guest house,” katanya.

Tag : kredit usaha rakyat, bpd bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top