Gandeng Designer Lokal, BI NTB Harapkan Eksistensi Tenun Pringgasela Bisa Naik Kelas

Eksistensi kain tenun asal Nusa Tenggara Barat perlu ditingkatkan mengingat permintaan untuk produk kain siap pakai dengan motif-motif kain nusantara semakin diminati. 
Eka Chandra Septarini | 19 November 2018 10:24 WIB
Kain tenun - Antara

Bisnis.com, MATARAM -- Eksistensi kain tenun asal Nusa Tenggara Barat perlu ditingkatkan mengingat permintaan untuk produk kain siap pakai dengan motif-motif kain nusantara semakin diminati. 

Alasan tingginya permintaan masyarakat untuk pakaian tenun ready to wear, selain lebih sederhana, harga menjadi pertimbangan untuk memilih pakaian tenun jadi. Pakaian tenun jadi pun dapat menjadi wadah untuk menuangkan ekspresi bagi komunitas designer sehingga dapat diangkat ke lingkungan yang lebih luas.

Pringgasela merupakan salah satu daerah penghasil kain tenun asli Lombok yang menggunakan bahan pewarnaan alami. Selain itu, kain tenun Pringgasela ini pun memiliki sarat makna yang tercermin dari motif-motif yang dihasilkannya. 

Dalam rangka meningkatkan eksistensi kain tenun Pringgasela pada pakaian jadi, Bank Indonesia perwakilan NTB bersama anggota klaster tenun Pringgasela dan designer lokal Provinsi NTB membahas upaya peningkatan eksistensi tenun Pringgasela.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Wahyu Ari Wibowo mengatakan potensi budaya yang dimiliki Provinsi NTB sangat besar. Kain tenunnya dinilai berkualitas dan para perancang busana lokal yang dimiliki tak kalah hebat dengan perancang luar. Hal ini terbukti dari kualitas karya yang dihasilkan dan prestasi dalam berbagai kejuaraan dan perlombaan yang diadakan. 

"Sebagai langkah awal, akan diselenggarakan fashion show busana berbahan kain tenun Pringgasela pada rangkaian acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi NTB Tahun 2018," ujar Wahyu di Mataram, Senin (19/11/2018). 

Di bawah binaan Wignyo Rahadi selaku designer Pendamping Klaster Tenun Pringgasela, peragaan busana tersebut akan menghadirkan koleksi baju kerja atau baju formal serta busana muslim.

Selain itu, akan dibentuk komunitas bagi para penggiat Fashion Show di Provinsi NTB melalui sebuah organisasi bernama Indonesia Fashion Chamber (IFC). Pembentukan organisasi ini telah mendapatkan dukungan Ibu Gubernur Provinsi NTB dan  Dekranasda Provinsi NTB.

"Semoga dengan semakin banyaknya event dan kepedulian berbagai pihak terhadap kain tenun asli Provinsi NTB ini eksistensinya dapat meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu juga pada gilirannya akan memperkuat branding Provinsi NTB sebagai halal tourism destination," ujar Wahyu. 

Tag : tenun
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top